Ruangan Ketua DPRD Mubar Disegel Massa

835
Massa demonstran mencabut papan nama Gedung DPRD Mubar dan diarak di jalan raya

Laworo, Inilahsultra.com – Pintu ruangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna barat disegel massa pendemo, Senin 29 Oktober 2018.

Selain itu, massa yang mengatasnamakan diri Himpunan Mahasiswa Napano Kusambi (HIPMA – NAK) ini turut mencabut papan nama gedung rakyat.

- Advertisement -

Sekitar 100 orang massa mendatangi gedung DPRD Mubar, mendesak dewan mengeluarkan rekomendasi terkait keberadaan PT Sele Raya Agri untuk tidak lagi mengelola lahan yang akan dijadikan perkebunan jati nuklir.

Kordinator Lapangan (Korlap) La Ode Nurihi mengatakan, penyegelaan ini merupakan bentuk kekecewaan kepada DPRD Mubar dan Pemda Mubar terkait masuknya PT Sele Raya Agri yang akan mengelola dan memproduksi di kawasan hutan tanaman industri (HTI) area Kusambi Raya.

Massa kesal karena dari 20 anggota DPRD Mubar, tak ada satu pun yang kelihatan.

Ia menyebut, selama ini, pemerintah di Kecamatan Napano Kusambi tidak pernah mendengar keluh kesah masyarakatanya. Bahkan, pemerintah setempat membukakan ruang bagi perusahaan tersebut.

“Camat Napano Kusambi telah memfasilitasi pihak perusahaan PT Sele Raya Agri untuk mengambil lahan yang ada di area kawasan lahan milik warga yang selama ini sudah menjadi kelangsungan hidup untuk bertani bagi masyarakat setempat,” katanya.

Pantauan Inilahsultra.com, papan nama gedung DPRD diangkut ke mobil pikap dan diarak menuju Kantor Bupati Mubar.

“ilIni adalah bentuk aspirasi kami agar apa yang menjadi tuntutan dan keluhan kami segara didengarkan dan diamini,” kata Korlap.

Pimpinan DPRD Kabupaten Muna Barat Cahwan, saat dikonfirmasi mengaku, wakil rakyat tidak tahu kalau ada aksi hari ini. Cahwan menyebut, baru tahu sekira pukul 14.00 WITA saat disampaikan oleh staf sekretariat.

Cahwan menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh maasa menyegel ruangan ketua dan mencabut papan nama kantor DPRD Mubar.

“Saya secara pribadi ada kegiatan partai DPC di Kabupaten Muna. Sehingga massa aksi yang menyalurkan aspirasinya saya tidak bertemu langsung karena waktunya tidak tepat,” katanya.

Ia menyebut, tindakan massa ini masuk dalam tindakan kriminal. Ia mengatakan, akan memberi ruang kepada massa yang sudah mencoba menyegel dan mencabut papan nama fasilitas milik pemerintah.

“Kita sangat sayangkan, kita akan panggil siapa-siapa yang sudah mencoba menyegel dan mencabut papan nama itu,” tekannya.

“Kalau ini berawal dari mis komunikasi, mungkin semuanya kita bisa perbaikilah, tapi kalau ini memang unsur murni ada tindakan anarkis yang ditumpangi dengan kepentingan lain, mungkin ini sudah berbicara ranah hukum,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Mubar Uking Djasa saat dihubungi mengaku, pihaknya akan meminta kepolisian untuk mencari pelaku yang menggembok ruangan pimpinan.

“Dua hari atau tiga hari sebelumnya seharusnya itu surat aksi demonstran sudah masuk di sekertariat, sehingga sekwan bisa disampaikan ke anggota atau pimpinan DPRD,” katanya.

Informasi yang diperoleh dari staf, massa lebih duluan menggelar demo baru suratnya kasuk di sekretariat DPRD.

Ia pun menegaskan, polisi harus mengusut kasus ini. Pihaknya juga tak akan membuka segel sebelum kasus ini diproses.

“Saya larang, siapapun tidak ada yang ganggu ini, termaksud pak sekwan. Biarkan saja begitu,” katanya.

Meski berkeras kasus ini diproses secara hukum, Uking menyatakan masih ada ruang kepada para demonstran untuk membuka sendiri gembok tersebut.

“Karena mereka sudah edarkan (foto penyegelan) di medsos. Jadi yang menyegel atau yang gembok ruangan pimpinan mereka harus datang baru membuka sendiri. Setelah itu difoto dan diedarkan kembali di medsos,” katanya

“Ketika itu tidak dilakukan, maka ceritanya akan menjadi lain,” pungkasnya.

Penulis : Muh Nur Alim
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...