Lolos Passing Grade Tapi berstatus Caleg, CPNS Akan Dicoret

949
Ketgam : Kepala BKPSDM Sultra, Hj Nur Endang Abbas

Kendari, Inilahsultra.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sultra tegas akan mencoret nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang masuk dalam daftar calon anggota legislatif (Caleg).

Informasi ini disampaikan Kepala BKPSDM Sultra, Nur Endang Abbas pada inilahsultra.com kemarin.

- Advertisement -

Kendati sang CPNS telah dinyatakan lolos passing grade CAT, mereka harus merelakan dihapus dari daftar calon aparat sipil negara.

“Tidak boleh. Meski itu sudah lolos passing grade. Tetap nantinya akan dicoret,” ujar Endang.

BKPSDM Sultra tak menampik sempat lalai saat proses verifikasi berkas pendaftar CPNS. Memang ada beberapa nama caleg yang luput dan akhirnya lolos mengikuti tahapan tes CPNS berbasis komputer.

“Kita kecolongan memang,”imbuhnya.

Kendati lolos dalam verifikasi berkas dan passing grade, lanjut Endang caleg bersangkutan dipastikan tak akan menerima NIP. Sesuai regulasi seorang ASN termasuk CPNS harus steril dari status sebagai pengurus atau anggota parpol tertentu.

“Aturannya kan jelas tidak boleh anggota parpol. Ya, pada akhirnya akan dicoret,” tegas Endang

Dikutip laman Tirto.id Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengumumkan siapa saja yang berhak melamar sebagai CPNS, melalui rilis resminya pada Senin (17/9/2018). Ada 10 syarat yang wajib dipenuhi.

Point 5 jelas disebutkan para pelamar CPNS tidak tercatat sebagai anggota atau pengurus partai atau terlibat politik praktis.

Adapun 10 syarat warga negara Indonesia yang ingin melamar sebagai CPNS sesuai Ayat (1) Pasal 23 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 11 Tahun 2017, sebagai berikut:

1) Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat melamar;

2) Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;

3) Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

4) Tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;

5) Tidak menjadi anggota atau pengurus partai atau terlibat politik praktis;

6) Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan;

7) Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar;

8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah; dan

9) Persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Persyaratan tambahan untuk masing-masing formasi ditentukan oleh PPK K/L/D.

Namun demikian, batas usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yakni Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun dapat dikecualikan bagi Jabatan tertentu yang ditetapkan Presiden, yaitu paling tinggi 40 (empat puluh) tahun.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...