
Raha, Inilahsultra.com-Anggota DPR RI Ridwa Bae angkat bicara setelah mendapat informasi terkait para peserta yang ikut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) banyak yang gugur, karena sulitnya menyelesaikan soal dan juga tingginya passing grade yang ditentukan KemenPAN-RB.
Mantan Bupati Muna dua periode ini yang secara kebetulan pulang di tanah kelahirannya di Muna, melakukan kunjungan di tempat pelaksanaan tes di SMAN 1 Raha, Selasa 6 November 2018.
Tak pelak, Ridwa merasa kaget mendapat informasi terkait pelaksanaan CPNS yang dilaksanakan di hari kedua Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan jumlah peserta yang ikut 420 hanya 1 peserta yang dinyatakan memenuhi passing grade.
“Memasuki sesi keempat, Kabupaten Muna yang lulus passing grade hanya satu peserta. Melihat kondisi ini KemenPAN-RB harus mengevaluasi kembali soal-soal CPNSD dan waktu yang diberikan terlalu pendek,” terang Ridwan.
Ia menyampaikan akan mensekresi hal tersebut. Dirinya menegaskan, agar pemerintah pusat tidak membuat suatu kegiatan yang sangat mempersulit rakyatnya. Walaupun disisi lain memberi proses pembelajaran di Indonesia.
“Peserta CPNSD dari berbagai perguruan tinggi, tentu mereka lulus dengan angka yang baik, tetapi saat diberi soal CPNS tidak mampu meluluskan diri menjadi CPNS,” ujarnya.
Ridwan menilai bahwa KemenPAN-RB tidak mampu membaca sejauh mana kemampuan para lulusan perguruan tinggi dalam menyelesaikan soal.
Olehnya itu, dirinya mengharapkan KemenPAN-RB harus segara mengamati lebih jauh proses dari awal dan mengetahui kemampuan para SDM .
“Setelah berbincang dengan peserta yang baru selesai mengikuti tes, kesulitan dalam menyelesaikan soal TKP maupun waktu yang pendek, yang arti mereka (KemenPAN-RB) hanya memberi waktu 53 detik per satu soal sementara membaca saja sudah membutuhkan waktu berapa detik. Belum mereka (peserta CPNS ) menganalok persoalan karena soal pertama dan berikut pasti mirip. Tentu mereka akan kesulitan,” ucap Ridwan.
Melihat kondisi ini, KemenPAN-RB harus kembali memahami lebih jauh proses awal sampai akhir.
“Ketika berada di Jakarta akan bertemu KemenPAN-RB akan menyampaikan persoalan ini, bahkan kalau perlu mendatangi langsung untuk bicara persoalan ini,” tambahnya.
Politisi Golkar ini menyebutkan, persoalan ini hal yang sama yang dialami dengan daerah lain seperti daerah Papua maupun Seram
“Setelah berkomunikasi dengan Wakil Gubernur Papua dan Bupati Seram juga keluhannya sama, memang soal yang diberikan terlalu sulit diselesaikan. Ini berarti bukan hanya dikawasan timur namun kawasan barat seperti itu.” imbuh Ridwan.
Reporter : Iman
Editor : Aso




