Habiskan Anggaran Rp 1,59 Miliar, Rumah Singgah Kota Kendari Belum Difungsikan

784
Rumah singgah milik Pemkot Kendari nampak belum difungsikan dengan baik.

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota Kendari telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,59 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2016 dan APBD 2017 untuk membangun rumah aman atau rumah singgah untuk korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Rumah aman atau rumah singgah ini diresmikan oleh mantan Wali Kota Kendari Ir Asrun pada September 2017. Namun berjalan satu tahun lebih diresmikan rumah yang berlokasi di Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga, Kota Kendari ini ternyata belum juga difungsikan sampai saat ini.

- Advertisement -

Pantauan Inilahsultra.com, rumah aman atau rumah singgah bagi korban kekerasan perempuan dan anak itu sudah tidak terawat lagi dan banyak rumput liar yang mulai tumbuh di halaman depan rumah tersebut.

Dikonfirmmasi kepada Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari Sapri mengatakan, dirinya membenarkan bahwa rumah singgah tersebut tidak terpakai, karena pada saat ini tidak ada yang meminta perlindungan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Kenapa hari ini tidak terpakai karena korban kekerasan perempuan dan anak tidak meminta perlindungan sehingga rumah tersebut tidak terpakai,” kata Sapri saat ditemui di kantornya, Rabu 14 November 2018.

Selain tidak ada yang meminta perlindungan, kata Sapri, saat ini rumah singgah sementara dilakukan pembenahan fasilitas-fasilitas seperti pagar, sumur bor dan pemasangan air conditioner (AC).

“Agar nantinya yang menjadi korban kekerasan perempuan dan anak pada saat menginap di rumah tersebut, bisa merasa aman, nyaman, dan bisa menyelesaikan kasusnya dengan baik,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Sapri, rumah tersebut sudah pernah digunakan satu kali untuk melindungi korban kekerasan, namun tidak bertahan lama karena masih terkendala keterbatasan fasilitas.

“Satu kali pernah kita memfasilitasi korban kekerasan di rumah tersebut, tapi fasilitas belum lengkap pada saat itu,” katanya.

Kemudian terkait adanya rumput-rumput liar yang mulai tumbuh di depan rumah singgah itu, pihaknya akan turun membersihkan.

“Nanti dalam waktu dekat ini kita akan turun bersihkan kalau memang ada rumput-rumput liar mulai tumbuh,” katanya.

Agar dapat memfungsikan rumah yang terletak di samping Mesjid Al-Jariyyah Kendari itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sering melakukan sosialisasi di masyarakat adanya rumah singgah melalui pusat informasi kekerasan di masyarakat.

“Agar masyarakat tahu, ketika ada masalah kekerasan pada perempuan maupun anak yang perlu dilindungi, maka melaporkan di dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak supaya kita lindungi,” tutupnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...