DPRD Minta Pemkot Kendari Perhatikan Rumah Singgah

333
Kondisi rumah singgah yang dibangun Pemerintah Kota Kendari belum difungsikan sejak dibangun 2016 lalu.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta Pemkot Kendari memperhatikan rumah singgah meski belum difungsikan.

-Advertisements-

Rumah aman atau rumah singgah Kota Kendari dibangun sejak September 2017 telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,59 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2016 dan APBD 2017.

Rumah aman tersebut, dibangun untuk korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun sampai saat ini tidak difungsikan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari Muhammad Ali mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi terkait penyebab rumah aman belum difungsikan.

“Kita harus tanya dulu SKPD terkait apa penyebab dan kendalanya, apakah tidak ada yang minta perlindungan atau apa kah masalanya,” kata Muhammad Ali belum lama ini.

Apabila ada korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, kata Ali, wajib hukumnya korban kekerasan dititip di rumah aman itu, sampai menunggu proses penyelesaian kasus.

“Hal seperti ini tidak mesti kita paksakan harus diisi, kalau ada yang minta harus dilindungi kalau tidak, ya tidak usah dirujuk di rumah aman,” katanya.

Fraksi Golkar ini mengapresiasi Pemkot membangun gedung tersebut, namun dirinya menyayangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tidak memperhatikan dan menjaga kebersihan serta merawat rumah tersebut.

“Seharusnya ada pegawai yang ditugaskan untuk membersihkan rumah aman tersebut, supaya terawat dengan baik,” katanya.

“Ini harus diperhatikan karena sudah menghabiskan miliaran dari APBD, nanti kita sampaikam kepada OPD yang bersangkutan supaya dibersihkan meskipun tidak dihuni,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari Sapri mengatakan, rumah singgah tidak difungsikan dengan alasan tidak ada korban yang meminta perlindungan. Ia juga mengakui, fasilitas di rumah singgah ini belum lengkap.

“Kenapa rumah ini tidak terpakai karena korban kekerasan perempuan dan anak tidak meminta perlindungan sehingga rumah tersebut tidak terpakai,” katanya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...