
Buranga, Inilahsultra.com– Atlet Balap Sepeda Putri asal Kabupaten Buton Utara (Butur) Sitti Aisyah Uzwatun Hasanah kembali merebut medali emas pada pelaksanaan Porprov Sultra ke-XIII di Kolaka, Sabtu, 8 Desember 2018.
Peserta dengan nomor punggung 34 itu turun di kelas Ceretorium dengan jarak lintasan 40 KM.
Dimana, sebelumnya Sitti Aisyah Uzwatun Hasanah berhasil menyumbangkan emas perdana buat kontingen Butur pada kelas inter time trial (ITT) dengan jarak tempuh 20 KM, Jum’at, kemarin.
Sehingga, sejauh ini Sitti Aisyah sudah berhasil menyambet dua medali emas.
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Butur Sadeking mengatakan, atlet putri andalannya itu masih berpeluang menambah pundi-pundi medali. Pasalnya, hari Senin nanti Sitti Aisyah akan kembali turun di kelas Road Race dengan jarak tempuh 120 KM.
“Jadi Sitti Aisyah ini masih punya peluang untuk merebut medali. Karena masih ada nomor Road Race hari Senin ini,” katanya.
Kepala Bagian Protokoler, Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Butur itu, optimis satu-satunya atlet putri yang diturunkan ISSI Butur di Cabor Balap Sepeda ini bisa sapu bersih semua kelas.
“Saya optimis, peluang untuk merebut emas di kelas Road Race sangat terbuka,” ujarnya.
Sadeking mengaku sangat bersyukur atas raihan atletnya. Sebabnya, pihaknya dari awal menargetkan 2 medali emas.
“Target kami sudah capai, alhamdulillah. Kami masih punya peluang melebihi target, ucapnya.
Bukan hanya atlet putri yang masih berpeluang menambah perolehan medali, atlet putra masih menyisahkan pertandingan di kelas Road Race.
“Kalau putra sampai saat ini belum ada emas, tapi Selasa nanti masih ada kelas Road Race. Mudah-mudahan bisa kita rebut emas,” tuturnya.
Sadeking mengungkapkan, dirinya memang sudah mengandalkan para atletnya tersebut menjadi pemasok emas buat kontingen Butur.
Sebelum berlaga di porprov ini, ISSI Butur sudah lebih dulu mematangkan persiapan. Dimana, beberapa bulan lalu telah menerjunkan empat orang atlet binaanya pada kejurnas yang dilangsungkan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Editor : Aso




