Sering Batal Berangkat, Puluhan Calon Jemaah Umrah Asal Muna Protes ke Jasa Travel

Puluhan calon jemaah umrah memprotes ke perusahaan travel karena tak kunjung diberangkatkan.

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan calon jamaah umrah asal Kabupaten Muna mendatangi kantor PT Nur Madinah Hidayah Tour dan Travel, Biro Perjalanan Wisata, Umrah dan Haji Plus, di jalan Panjaitan Lepo-lepo Kota Kendari, Kamis 13 Desember 2018.

Kedatangan mereka ini buntut kekecewaan karena belum kunjung berangkat ke tanah suci. Pihak travel sudah beberapa kali menjanjikan keberangkatan, namun selalu tertunda.

Puluhan calon jemaah berasal dari Kabupaten Muna ini, datang di Kendari sejak 20 November 2018. Rencananya, mereka bersiap berangkat umrah dan beberapa diantaranya sudah membawa koper.

-Advertisement-

Kedatangan mereka ini langsung ditemui Direktur PT Nur Madinah Hidayah, Hidayat Anwar.

Kepada direktur, para calon jemaah
mempertanyakan terkait kepastian pemberangkatan. Berdasarkan janji perusahaan, mereka akan diberangkatkan pada hari ini, Kamis 13 Desember 2018.

“Padahal kami itu sudah melunasi semua biaya perjalanan umrah, kami sudah dijanjikan berangkat hari ini, setelah kami pertanyakan hari ini, tapi kami gagal berangkat,” kata La Baha salah satu calon jemaah, saat ditemui di Kantor PT Nur Madina Hidayah.

“Kami sudah tiga kali dijanji oleh pihak perusahaan untuk berangkat, tetapi tidak pernah terjadi, malahan kami disuruh lagi menunggu bulan Januari 2019,” tambahnya.

Kantor perusahaan jasa travel yang diprotes jemaahnya.

La Baha mengaku, dirinya bersama rekan-rekannya sudah membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 26,5 juta kepada agen bernama Yusri.

“Saya membayar satu kali pada hari Minggu 15 Juli 2018 kemarin sama Ibu Yusri, saya nda tahu rekan-rekan yang lain membayar kapan, yang jelas semua yang datang di sini sudah membayar dengan nilai yang sama,” jelasnya.

Merasa kecewa telah ditipu dan dibohongi oleh perusahaan, kata La Baha, sebanyak 11 orang telah sepakat untuk membatalkan berangkat umrah melalui jasa perusahaan tersebut.

“Kami menginginkan untuk dikembalikan uang pendaftaran, walaupun dijanji untuk diberangkatkan nanti tetap saya tidak mau karena sudah terlanjur kecewa, pokonya 100 persen uang kami harus kembali,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan calon jemaah lain, Jamlin. Ia mengaku kecewa dengan Hidayat Anwar selaku direktur dan Yusri selaku agen di
PT Nusa Madina Hidayah ini.

“Tadi kita ketemu dan tanyakan sama direktur dan agennya perusahaan ini, tapi dari penjelasan mereka bahwa uang itu telah diberangkatkan oleh jemaah lain yang terdaftar, jadi kami langsung tidak terima soalnya kita-kita ini yang bayar orang lain yang berangkat,” katanya.

Jamli juga mengaku, telah membayar uang sebesar Rp 26,5 juta kepada agen Yusri.

Karena merasa kecewa telah ditipu oleh pihak perusahaan, semua calon jemaah bersepakat meminta uang pendaftaran untuk dikembalikan.

“Total uang yang harus dikebalikan itu sebanyak Rp 291.500.000 dengan diberikan waktu selama satu bulan,” katanya.

Untuk mengembalikan itu, kata Jamlin, Direktur PT Nur Madinah Hidayah telah berjanji akan mengembalikan dalam jangka waktu satu bulan dengan jaminan sertifikat rumah dan mobil dalam surat perjanjian antara kedua belah pihak.

“Apabila dia tidak bayar dalam satu bulan, tinggal kita lihat nanti perjanjian apa di dalamnya surat tersebut, untuk menebus uang kami,” jelasnya.

Di tempat yang sama Direktur PT Nur Madinah Hidayah Hidayat Anwar mengatakan, dirinya mengakui telah lalai dalam mengelolah keuangan calon jemaah yang terdaftar karena telah diporsikan keberangkatan calon jemaah yang lain sudah berangkat.

Kalau semua calon jemaah siap untuk berangkat akan diberangkat pada Januari 2019 nanti.

“Saya akan bertanggung jawab apapun yang terjadi, saya siap untuk mengembalikan semua uang pendaftaran. Tapi tolong berikan saya waktu, Insya-Allah satu bulan saya akan kembalikan uang itu,” janjinya.

Untuk meyakinkan jemaah dengan janjinya mengembalikan uang pendaftaran jangka satu bulan, Hidayat Anwar siap memberikan jaminan mobil dan sertifikat rumah kepada calon jemaah dengan surat pernyataan.

“Saya siap memberikan jaminan mobil dan sertifikat rumah saya dengan surat pernyataan nanti saksi saya hadirkan istri saya dan kepala desa tempat saya tinggal,” jelasnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments