Pertamina Prediksi Terjadi Peningkatan Konsumsi BBM dan LPG di Natal dan Tahun Baru

389
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM, elpiji serta avtur periode sebelum hingga akhir libur natal 2018 dan tahun baru 2019.

Diantaranya dengan melakukan peningkatan stok di Terminal BBM, SPPBE serta lembaga-lembaga penyalur BBM maupun elpiji.

- Advertisement -

General Manager Pertamina MOR VII Werry Prayogi menjelaskan, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi selama masa Satgas Natal dan Tahun Baru, 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019.

“Untuk wilayah Sulawesi Tenggara, kami memprediksi peningkatan konsumsi gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax) sebesar 824 kilo liter (KL) per hari. Jumlah ini naik 2,2 persen dibanding konsumsi normal 806 KL,” kata Werry dalam siaran persnya, Kamis 20 Desember 2018.

Konsumsi tertinggi gasoline diperkirakan terjadi pada 22 dan 29 Desember 2018. Untuk produk Pertamax diperkirakan meningkat paling tinggi sebesar 5,6 persen atau 19 KL/hari dibanding konsumsi harian 18 KL. Diikuti Pertalite yang naik 2,6 persen atau 360 KL/hari dibanding normal 350 KL/hari. Adapun Premium dengan persentase kenaikan terkecil 1,6 persen atau 445 KL/hari dibanding 438 KL/hari.

“Sedangkan untuk konsumsi solar diestimasi bertambah 1,8 persen atau 345 KL/hari dibanding konsumsi normal 339 KL/hari. Konsumsi tertinggi Solar diestimasi akan terjadi pada 19 dan 29 Desember,” jelasnya.

Di wilayah Sulawesi Tenggara, konsumsi elpiji 3 kg subsidi diperkirakan naik sebesar 8 persen atau 139,8 MT dibandingkan konsumsi normal 129,8 MT. Sedangkan elpiji non subsidi juga diperkirakan meningkat lebih tinggi sebesar 9 persen atau 13,6 MT dibanding konsumsi normal 12,5 MT.

Sementara untuk Avtur, di DPPU Haluoleo disiapkan penambahan sebanyak 55 KL/hari. Adapun konsumsi normal sebesar 50 KL/hari. Sehingga terdapat peningkatan 10 persen.

Untuk mengamankan pasokan BBM, elpiji dan avtur selama mas Satgas Natal dan Tahun Baru 2019, Pertamina juga melakukan optimalisasi mobil tanki dengan memanfaatkan 528 mobil tanki industri untuk penyaluran ke SPBU. Sehingga dengan 325 mobil tanki SPBU eksisting, terdapat total 853 mobil tanki yang disiagakan di seluruh wilayah Sulawesi.

Selain itu Pertamina juga menyiapkan agen dan pangkalan elpiji siaga yang tetap beroperasi meski di hari libur. Di seluruh wilayah Sulawesi, terdapat total 174 agen elpiji subsidi dan non subsidi serta lebih dari 2.100 pangkalan elpiji non subsidi yang siaga selama masa Satgas Naru 2018.

Adapun di wilayah Sulawesi Tenggara disiapkan 33 agen elpiji subsidi siaga, 2 agen elpiji non subsidi siaga dan 655 pangkalan elpiji siaga.

Untuk pengamanan dan kelancaran penyaluran BBM, elpiji dan avtur, Pertamina juga bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, Jasa Marga, Dinas ESDM serta BPH Migas.

“Kami antisipasi jalur suplai yang rawan macet maupun bencana alam, dengan menyiapkan jalur alternatif,” tutup Werry.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...