La Bakry Minta Kades Maksimalkan BUMDes

267
Bupati Buton La Bakry saat melantik tiga kepala desa (Kades) di Kantor Kecamatan Wolowa, Kamis 27 Desember 2018.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bupati Buton La Bakry melantik tiga kepala desa (Kades) di Kecamatan Wolowa. Pelantikan di pusatkan di Kantor Camat Wolowa, Kamis 27 Desember 2018.

Tiga Kades yang dilantik yakni, Kades Kaumbu La Garisi, Kades Galanti La Jamil, dan Kades Bungi Laode Halidin.

- Advertisement -

Dalam kesempatan itu, La Bakry meminta Kades yang baru dilantik agar memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ketua DPD Partai Golkar Buton itu juga berharap, Kades yang baru saja dilantik agar amanah dalam menjalankan tugas dan bisa melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk memuluskan program desa.

“Bersyukur hari ini kita dapat melaksanakan pelantikan kepala desa. Ini titik yang keempat setelah sebelumnya tiga titik di Kecamatan Kapontori,” ujar mantan Ketua DPD PAN Buton ini.

Tahun ini, jelas La Bakry, sebanyak 55 desa menyelenggarakan pemilihan kepala desa (Pilkades). Namun pada akhir tahun 2018 ini, 32 Kades terpilih akan dilantik. Sisanya 23 Kades dilantik tahun 2019 disesuaikan dengan sisa masa jabatan Kadesnya.

“Ini sama dengan pemilihan kepala daerah, yang diatur pemilihannya bukan pelantikannya,” ujar La Bakry.

Setelah hari ini, kata La Bakry, pelantikan akan kembali dilakukan besok, Jumat 28 Desember 2018. Ada tujuh Kades yang akan dilantik di Kecamatan Lasalimu dan Lasalimu Selatan. Pelantikan terakhir akan digelar di Kecamatan Pasarwajo dan Wabula.

La Bakry berharap, Kades yang baru dilantik harus sering berkoordinasi dengan Camat agar pembangunan di desa berjalan dengan baik. Persolaan teknis yang terjadi di desa harus cepat diselesiakan, tidak menunggu waktu lama.

“Yang utama kades harus transparan, sampaikan kepada masyarakat anggaran yang digunakan. Karena anggaran Rp 1 miliar lebih untuk desa tidak akan cukup menyelesaikan pembangunan di desa. Sehingga harus melihat kebutuhan yang paling dibutuhkan masyarakat,” paparnya.

Bukan hanya itu, La Bakry juga meminta agar penggunaan anggaran desa dikonsutasikan dengan pendamping desa. Kades tidak boleh sembunyi-sembunyi dalam mengelola anggaran desa.

“Apalagi Kades yang dilantik ini milik semua orang bukan milik orang perorangan lagi,” paparnya.

Reporter: Waode Yeni Wahdania

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...