Dewan Setujui Pinjaman Pemkab Muna Rp 96 Miliar

dr Rajab Biku

Raha, Inilahsultra.com-Setelah melalui perdebatan dan pertimbangan panjang antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna dengan DPRD setempat, akhirnya  rencana pinjaman melalui APBD 2019 kepada bank senilai Rp 96 miliar disetujui legislatif.

Persetujuan itu disepakati usai rapat anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Muna melaksanakan rapat paripurna persetujuan pinjaman dan paripurna RAPBD tahun 2019.

Ketua DPR Muna, Rajab Biku yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis 17 Januari 2019 menegaskan, bahwa anggota dewan secara kelembagaan telah menyetujui mengenai pinjaman Pemda Muna pada bank senilai Rp 96 miliar.

-Advertisement-

Menurutnya, dinamika yang terjadi hingga kedua lembaga Eksekutif dan Legislatif harus menghadap di Kemendagri guna meminta difasilitasi dalam penyelesaian pembahasan pinjaman hingga paripurna RAPBD tahun 2019.

“Waktu menghadap Kemendagri bersama bupati Muna meminta deadline waktu untuk pembahasan RAPBD selesai pada tanggal 23 Januari 2019 namun Kemendagri menyarankan untuk diselesaikan pada tanggal 19 Januari 2019. Hingga saat ini melaksanakan paripurna persetujuan mengenai pinjaman dan penetapan RAPBD tahun 2019,” katanya.

“Pembahasannya sekaligus mengenai pinjaman Pemda senilai Rp 96 miliar maupun penetapan RAPBD. Hal ini tidak sesuai dengan instruksi pemerintah provinsi untuk memisahkan pembahasan mengenai pinjaman dan RAPBD,” ucapnya.

Pembahasan penetapan RAPBD, sambung Rajab terjadi opsi akan di Perkadakan itu terjadi ketika telah melewati waktu 12 Maret 2019.

“Pembahasan penetapan RAPBD tidak selesai hingga pada tanggal 12 Maret, otomatis akan di Perkadakan. Namun Kemendagri harapkan selesai pada tanggal 19 januari yang sesuai dengan perhitungan waktu evaluasi,” ujarnya.

Rajab menyebutkan, secara kelembagaan anggota DPRD telah menyetujui pinjaman Pemda senilai Rp 96 miliar.

“Ini tinggal diparipurnakan. Akan tetapi terjadi perubahan peruntukan dari 12 item, terutama kegiatan yang tidak dianggarkan melalui pinjaman, diantaranya Jalan Gone Balano-Laukusi,” imbuhnya.

Sementara itu, kegiatan yang lebih diprioritaskan yang dianggarkan melalui pinjaman meliputi pembangunan pasar Laino, rumah sakit, pembangunan jaringan air di Kecamatan Lohia dan Kontunaga, pengaspalan maupun pembangunan drainase.

Reporter : Iman

Editor      : Aso

Facebook Comments