Seorang Ayah di Konsel, Tega Perkosa Anak Kandungnya

840

Kendari, Inilahsultra.com – Ayah kandung sejatinya menjadi pelindung bagi anak-anaknya. Tapi tidak bagi UM (54). Warga Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan ini tega memperkosa anak kandungnya sendiri, sebut saja Bunga (nama samaran).

Wanita yang masih berumur 16 tahun itu menjadi korban perkosaan yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri.

- Advertisement -

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Konsel, IPTU Fitrayadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi, Kamis 20 Desember 2018 lalu, sekitar pukul 21.00 WITA.

Saat itu, korban tidur di dalam kelambu ditemani dua orang anak tetangga yang masih di bawah umur masing-masing berusia 8 dan 5 tahun.

“Tiba-tiba pelaku membuka kelambu, korban pun terbangun kaget, tanpa basa basi pelaku langsung menggauli korban,” terang Fitrayadi kepada Inilahsultra.com, Selasa 29 Januari 2019.

Saat pelaku melakukan aksi bejatnya, kedua anak yang menemani korban menangis disertai ketakutan. Bahkan sebelum terjadi perkosaan, korban sempat mengatakan kepada ayahnya, “bapak, saya anakmu”.

“Setelah kejadian itu, korban terus menangis. Sekira pukul 04.00 WITA, pelaku kembali menghampiri korban yang masih menangis dan kembali melakukan aksi bejatnya,” terangnya.

Lanjut perwira dengan dua balok di pundak itu, pada Minggu 23 Desember 2018, korban pergi ke kampungnya di Kabupaten Bone. Setelah kembali di Konsel korban melaporkan kejadian tersebut di Polres Konsel, pelaku berhasil ditangkap di Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Senin 28 Januari 2019.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 Ayat (3) subsider pasal 81 Ayat (1) lebih subs pasal 81 Ayat ( 2 ) UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Sebagaimana telah di ubah dengan UU No.17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Saat ini pelaku mendekam di sel tahanan Mako Polres Konsel sambil menunggu proses selanjutnya.

Penulis : Onno
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...