
Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah pusat melalui Kemenpan RB membuka peluang rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) tahun 2019. Khusus di Sultra, tenaga guru akan mendapat prioritas besar.
Meski belum menyebut berapa kuota yang akan diajukan Sultra dalam seleksi P3K, Kepala Diknas Sultra, Asrun Lio menyebut tenaga guru honorer yang telah diangkat sebagai Guru Tetap non PNS dipastikan mendapat peluang besar tercover sebagai P3K.
“Kuota belum ada. Tapi prioritas nanti pasti tenaga pengajar yang (lama) mengabdi atau honorer,” ujar Asrun Lio diwawancarai di sela pelantikan Rektor ITK Avicenna, Rabu 30 Januari 2019.
Kata dia, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi bagi tenaga guru honorer yang hendak mendaftar sebagai P3K.
Salah satunya adalah mengantongi surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai guru tetap non-PNS.
“Mesti dibuktikan dengan adanya surat pengangkatan sebagai guru tetap non-PNS. Kuota P3K (Sultra) nanti untuk guru itu,” tambah Asrun Lio.
Total guru non-PNS di Sultra khusus jenjang SMA/SMK/SLB yang berada di bawah naungan Diknas Sultra tahun 2018 mencapai 5.007 orang. Dengan rincian 2.925 berasal dari SMA, 1.694 SMK dan 388 SLB.
Mereka inilah yang nantinya mendapat seat khusus penerimaan P3K jika pemerintah telah mengumumkan kuota dan pendaftaran.
Namun begitu, lanjut Asrun Lio, ribuan tenaga honorer tersebut tetap akan mengikuti tes sebagai umumnya seleksi CPNS lalu.
“Tetap dites seperti tes pegawai negeri. Tapi mereka ada prioritas khusus. Diutamakan,” ujar Asrun Lio.
Untuk diketahui jumlah guru bestatus PNS level SMA/SMK/SLB se- Sultra tahun 2018 mencapai 6.231 orang.
Diknas Sultra sendiri menyambut positif program P3K. Pasalnya kebutuhan tenaga guru masih begitu tinggi di daerah. Kekurangan tenaga guru selama ini mampu tertutupi karena adanya tenaga guru honorer yang terdata sebagai guru tetap non PNS.
Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman




