DBD Mewabah di Kota Kendari, 26 Anak Dirawat di Rumah Sakit

151
sumber (gambar ilustrasi): belitongekspres.co.id
-Advertise-

Kendari, Inilahsultra com – Sebanyak 26 warga terinfeksi penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kendari sementara dalam perawatan di rumah sakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Kendari Samsul Bahri mengatakan, sesuai data yang ada di Dinkes Kota Kendari, ada 26 orang anak yang menderita penyakit DBD.

-Advertise-

Namun, berkat perawatan dari rumah sakit maupun puskesmas kondisinya membaik bahkan sudah ada yang dipulangkan.

“Alhamdulilah, mereka semua sudah kondisi baik sudah ada yang kembali di rumahnya dan ada juga yang belum tapi dilihat kondisinya sudah membaik akan segera dipulangkan,” kata Samsul Bahri saat ditemu di ruang kerjanya, Jumat 1 Februari 2019.

Korban penyakit DBD kebanyakan menyerang anak-anak yang masih di bawah umur memasuki usia 4-10 tahun. Sebab, daya tahan tubuh anak pada usia ini memang belum sekuat orang dewasa.

“Anak-anak tidak bisa menjaga diri ketika nyamuk menggigitnya, kalau orang tua maupun anak mudah pasti dipukul dan memakai anti nyamuk,” jelasnya.

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk kemudian masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan.

Penularan virus dengue ini terjadi ketika nyamuk menggigit orang terinfeksi kemudian nyamuk itu menggigit orang yang lebih sehat.

“Jadi penyakit DBD ini hanya menular melalui nyamuk, bukan menular dari orang ke orang,” jelasnya.

Penyakit DBD ada beberapa tipe, yaitu tipe 1, tipe 2, tipe 3 dan tipe 4. Kalau dalam tipe 1 sampai 3 masih bisa ditangani atau masih bisa diselamatkan.

Untuk tipe 4, dianggap sudah gawat darurat atau sudah terjadi pendarahan lambung yang kadang menyebabkan kematian.

“Nyamuk ini menyerang sistem pembekuan darah, sehingga saat diperiksa banyak bintik-bintik merah. Olehnya itu kita harus lebih memperhatikan kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga :  Ombudsman Desak Pemda Muna Benahi Pelayanan Buruk di RSUD Muna

Untuk menghindari penyakit DBD maka diharapkan untuk menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Apalagi di musim hujan banyak tempat-tempat perindukan nyamuk, seperti bak mandi, dan tempat penampunan air lainnya.

“Tempat perindukan nyamuk harus diperhatikan, seperti bak mandi minimal tiga kali dalam seminggu diganti airnya. Dengan pola hidup bersih itu sangat penting, kalau itu diterapkan Insya-Allah kita jauh dari penyakit DBD,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here