Solar Subsidi di Kendari Diduga Disalahgunakan, Pertamina Berlakukan Kartu Kendali

254
Antrean kendaraan roda empat mengular di salah satu SPBU di Kota Kendari. (Foto istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Peningkatan konsumsi Solar Subsidi yang mengakibatkan antrean, sempat menimbulkan kegelisahan masyarakat Kota Kendari.

Sejak Oktober 2018, antrean kendaraan roda empat atau lebih untuk mengisi solar subsidi kerap terlihat di beberapa SPBU Kota Kendari.

- Advertisement -

Peningkatan konsumsi itu ditengarai disebabkan penyalahgunaan oleh kendaraan industri dan kendaraan modifikasi.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, M. Roby Hervindo mengungkapkan, peningkatan konsumsi solar subsidi sebenarnya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Sultra di 2018 sebesar 6,42 persen. Termasuk sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh 1,44 persen. Pada periode sama, konsumsi solar subsidi di Sultra juga meningkat 2,7 persen,” ujar Roby melalui siaran persnya, Sabtu 9 Februari 2019.

Pertamina menduga, yang mendorong peningkatan konsumsi ini adalah kendaraan industri.

“Kami juga menemukan kendaraan dengan tangki modifikasi mengisi solar subsidi,” kata Roby.

Untuk memastikan penyaluran solar subsidi lebih tepat sasaran, Pertamina MOR VII bekerja sama dengan Pemda Kendari menyiapkan solusi berupa penggunaan kartu kendali.

Berdasarkan Peraturan Walikota Kendari Nomor 66 Tahun 2018, kartu kendali berupa kartu elektronik Fuel Card akan diberikan pada konsumen yang berhak membeli solar subsidi sesuai Perpres No. 191 Tahun 2014.

Yaitu kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk transportasi publik dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) warna kuning.

Kendaraan bermotor dengan TNKB warna merah hanya diperbolehkan untuk ambulance dan mobil pribadi.

Konsumen yang berhak, nantinya akan diwajibkan pakai kartu elektronik Fuel Card untuk membeli solar subsidi.

“Itu pun dijatah sesuai jenis kendaraan dan kapasitas tangki BBM-nya. SPBU pun wajib menerapkan mekanisme pembelian solar subsidi menggunakan Fuel Card,” jelasnya.

Baca Juga :  Koperasi Simpan Pinjam Haluoleo Kendari Sarat Masalah

Program Fuel Card diterapkan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama yang sedang berjalan saat ini adalah pengumpulan data konsumen, sejak 14 Januari sampai 14 Februari 2019.

Tahap berikutnya adalah pembuatan dan penerbitan kartu non tunai Fuel Card yang didukung sinergi BUMN bersama Bank BRI dalam jangka waktu sekitar 89 hari kerja.

Setelah itu Fuel Card akan didistribusikan kepada seluruh konsumen solar subsidi yang sudah mendaftarkan data kendaraannya. Kemudian ada masa transisi selama sekitar enam bulan. Dalam periode itu, konsumen masih bisa menggunakan pembayaran tunai maupun Fuel Card. Setelah masa transisi, pembelian solar subsidi hanya dapat melalui Fuel Card.

“Segera daftarkan data kendaraan Anda yang berhak pakai solar subsidi di SPBU dengan membawa serta surat-surat kendaraan untuk mendapatkan kartu Fuel Card,” tutur Roby.

Pendaftaran dilakukan di SPBU 73.932.01 Anggoya, SPBU 74.931.02 Konggoasa, SPBU 74.931.03 Teratai, SPBU 74.931.05 Bonggoeya, SPBU 74.931.06 Mandonga, 74.931.07 Rabam, SPBU 74.931.09 THR, SPBU 74.931.10 Puwatu, SPBU 74.932.11 Martandu, SPBU 74.933.01 Konda. Untuk info lebih lengkap dapat melihat poster yang ditempel di SPBU.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here