Wajib Pilih Asal Butur yang Berada di Rutan Raha dan Lapas Baubau Berjumlah 48 Orang

119
LM Miswar Adhi Putra
-Advertise-

Buranga, Inilahsultra.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton Utara (Butur) telah melakukan pendataan wajib pemilih yang berada di rumah tahanan (Rutan) Raha, Kabupaten Muna dan Lapas Baubau.

Tercatat ada 44 wajib pilih yang ada di Rutan Raha serta 4 wajib pilih di Lapas Baubau. Puluhan wajib pilih itu semuanya laki-laki.

-Advertise-

Anggota KPU Butur LM Miswar Adhi Putra dihubungi via celularnya, Selasa, 12 Februari 2019 mengatakan, pemilih yang berada di lapas dan rutan tersebut akan didaftar dalam formulir A5 agar bisa menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) terdekat atau TPS yang disediakan lapas atau rutan.

Olehnya itu, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan keluarga warga binaan itu terkait pengambilan formulir pindah memilih atau A5.

“Kami berkoordinasi dengan pihak keluarga mereka, apakah formulir A5 ini diambilkan dari kabupaten asal atau nanti diberikan di kabupaten tempatnya memilih,” kata Miswar.

Dari 48 wajib pilih itu, yang sudah masuk di DPT berjumlah 23 orang. Di Rutan Raha ada 22 orang, sedangkan Lapas Baubau hanya 1 orang. Selebihnya, berpotensi masuk di daftar pemilih tambahan (DPtb).

“Intinya kita tetap jamin haknya mereka untuk bisa menyalurkan suaranya,” tuturnya.

Sementara di Lapas Kendari, Koordinator Divisi Program dan Data KPU Butur ini mengaku, pihaknya kini tengah melakukan identifikasi. Sejauh ini, belum dipastikan jumlah pemilih asal Butur yang berada di Lapas Kendari.

Miswar menjelaskan, untuk wajib pilih di Rutan Raha, akan mendapat 4 lembar surat suara, yakni DPRD Provinsi, DPR RI, Capres dan Cawapres serta DPD. Sedangkan di Lapas Baubau hanya tiga surat suara, ialah surat suara Capres dan Cawapres, DPR RI serta DPD.

Baca Juga :  11 Anggota Pansus Pemilihan Wakil Wali Kota Kendari Resmi Dibentuk DPRD

“Yang pindah memilih antar kabupaten maka tidak bisa memilih Caleg DPRD. Begitu juga dengan di Lapas Baubau tidak bisa memilih Caleg DPR Provinsi karena tidak satu dapil,” jelasnya.

Miswar menerangkan, untuk mengantisipasi tak adanya kendala di lapangan nanti saat pemungutan suara terutama berkaitan dengan pindah memilih, tenaga penyelengara dari PPK dan PPS terus ditingkatkan kapasitaanya. Bukan hanya itu, pendataan DPtb juga harus dimaksimalkan.

“Kita terus lakukan peningkatan kapasitasnya PPS dan PPK. Kepada mereka juga, kami monitoring agar memaksimalkan pendataan DPtb. Saya tadi monitoring di Wakorumba Utara dan Bonegunu, kecamatan lain juga sudah, tinggal Kambowa dan Kulisusu Utara. Tapi akan laksanakan satu dua hari ini. Ini kami lakukan agar warga terjamin hak pilihnya,” tegasnya.

Editor : Aso

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here