Hugua Sebut Potensi Wisata di Konkep Berkelas Dunia

266
Hugua

Kendari, Inilahsultra.com – Berbicara tentang potensi wisata, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawasi Tenggara (Sultra), tak kalah menarik dengan wisata di daerah lain yang ada di Indonesia bahkan dunia.

Di Konkep atau yang biasa disebut Pulau Wawonii misalkan, banyak potensi wisata menarik di sana. Jika Pemerintah Daerah (Pemda) dapat mengelola dengan baik, bisa saja wisatawan lokal maupun mancanegara akan berdatangan.

- Advertisement -

Mantan Bupati Wakatobi Ir Hugua mengatakan, di Kabupaten Konawe Kepulauan banyak potensi wisata, tempatnya pun sangat istimewa.

Misal, air terjun Tumburano keasriannya masih sangat orginal (alami). Pantainya sangat luar biasa, seperti Pantai Kampa.

“Saya temukan di sana, ada rumah ikan duyung. Kalau mau ketemu ikan duyung datang berujung di Pantai Kampa, hanya ada di situ. Berarti jelas di situ ada makanan dan rumahnya,” ungkap mantan Bupati dua periode itu, Jumat 16 Februari 2019 malam.

Bahkan, sebut dia, Pantai Kampa sebuah kawasan yang memiliki dua zona waktu yang berbeda, waktu Indonesia Barat (WIB) dan Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Selain itu, ombak Pantai Kampa yang bergulung-gulung sangat memenuhi syarat untuk berselancar (surfing). Panjang ombak pantai ini sekitar 300 meter.

“Wawonii pariwisatanya berkelas dunia. Sehingga pantas pemda setempat menetapkan pariwisata menjadi prioritas utama karena dengan mengembangkan pariwisata pembangunan dapat memicu pembangunan lainnya,” jelasnya.

Ketua GIPI Sultra itu mengimbau pemda setempat untuk menjadikan wisata sebagai prioritas karena kawasannya mempunyai nilai tinggi.

Ia menyebut, Wawonii bukan lagi kelas lokal. Pulau ini setara dengan pariwisata kelas dunia dan bisa menjadi bagian dari Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Wakatobi.

Namun demikian, nasib Konkep tengah diambang kehancuran karena di sana telah beroperasi industri eksraktif tambang.

Baca Juga :  Prabowo-Sandi Menang Telak di Konawe dan Tak Akuratnya Situng KPU

Menurut Hugua, pengelolaan tambang harus dilakukan dengan baik tanpa merusak kelestarian pariwisata.

“Tambang itu kan tidak haram, tetapi bagaimana cara pengelolaan kawasan tambang agar saling mendukung dan bagaimana penataan kawasannya, agar tidak merusak tempat wisata di sana,” katanya.

Tambang dan pariwisata merupakan obyek yang saling berbenturan. Bagi Hugua, tinggal cara menata, mengelola tambang dengan baik agar tidak merusak pariwisata.

Terlebih, tambang bisa merusak pasir di pantai dan membuat air terjun keruh karena aktivitas tambang di atasnya.

“Apalagi sampai tercemar pantai, tentu sangat berpengaruh karena lumpur biasanya menutup tumbuhan laut sehingga mengakibatkan tumbuhan laut itu mati. Jika tumbuhan itu mati, pasti ikan akan pergi dan menjauh. Jadi perlu penataan dengan memikirkan bagaimana dampak lingkungan, kalau sudah mengancam punahnya flora dan fauna, maka harus ada teguran bukan pelarangan tanpa ada dasar,” jelasnya.

Ia menyebut, sumber daya alam adalah salah satu penopang kehidupan.

Kebanyakan, kata dia, orang luar mengunjungi suatu daerah karena ingin berpakansi.

Selain pariwisata, budaya yang masih kental dan original serta makanan khas tradisional yang tidak mengandung bahan pengawet, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk berkunjung.

Penulis : Onno

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here