Muldoko Hadiri Festival Nelayan dan Masyarakat Pesisir di Buton

413
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com ‚Äst Kepala Staf Kepresidenan RI Muldoko menghadiri Festival Perhimpunan Nelayan Tradisional dan Masyarakat Pesisir di Desa Kondowa Kabupaten Buton, Senin 4 Maret 2019.

Pada kesempatan itu, Muldoko diberi gelar adat Suku Ciacia sebagai Cinau. Cinau merupakan gelar tokoh masyarakat agar nantinya dapat berdiri didepan bersama Parabela (Kepala Adat).

- Advertisement -

Pemberian gelar itu ditandai dengan diberikannya sarung Buton, jubah dan Kampurui (Songkok Adat).

Muldoko mengungkapkan, dalam kunjungannya itu ada 10 keluhan nelayan di Kepulauan Buton yang diterima. Sehingga keluhan itu akan disampaikan langsung ke Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti.

‚ÄúKenapa bisa (Masalah itu) terjadi. Apakah negara kurang hadir. Semua keluhan nelayan yang saya terima akan saya sampaikan ke Presiden Jokowi,‚ÄĚ katanya.

Muldoko menambahkan, selama ini jika mendapatkan keluhan warga maka akan disampaikan langsung ke Presiden Jokowi. Sehingga presiden akan memanggil menteri.

‚ÄúItulah langkah kami dalam mengelola negara. Beberapa kebijakan yang dijalankan Jokowi salah satunya peduli akan nasib nelayan kecil dan tradisional,‚ÄĚ paparnya.

Dimasa Presiden Jokowi, lanjut Muldoko, para nelayan mendapatkan alokasi anggaran untuk perlindungan, pemberdayaan, dan asuransi. Bahkan program Jokowi lainnya seperti bantuan modal melalui Bank Mikro Nelayan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 4 -7 persen pertahun kini turun menjadi 3 persen pertahun.

‚ÄúAnggaran sebanyak Rp 365 miliar dialokasikan kepada nelayan,‚ÄĚ ujarnya.

Ketua Persatuan Nelayan Tradisional (Penetra) Jana Ali mengatakan, festival 20 ribu nelayan dan 30 ribu masyarakat pesisir dengan mendatangkan Staf Kepresidenan Muldoko agar keluhan masyarakat yang kegiatan hari-harinya bersentuhan dengan laut juga banyak masalah bisa disampaikan langsung.

Kata dia, banyak permasalahan yang terjadi di Buton. Salah satunya, laut masih dimonopoli pengusaha ikan, llegal fishing, penggunaan alat tangkap yang dilarang, dan monopoli wilayah tangkap nelayan oleh pengusaha.

‚ÄúKami berharap pemerintah pusat mendukung dan menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat nelayan di Buton,‚ÄĚ ungkapnya.

Reporter:  Waode Yeni Wahdaniah

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...