Demo Tambang, Polisi dan Pol PP Ramai-ramai Gebuk Mahasiswa

17902
Salah satu warga dari Wawonii menjadi korban penganiayaan aparat saat bentrokan demo tolak tambang di Pulau Wawonii.

Kendari, Inilahsultra.com – Satu orang massa demonstrasi digebuki beramai-ramai oleh sejumlah oknum Satpol PP dan aparat polisi saat kisruh demo Tolak Tambang Wawonii berlangsung di Kantor Gubernur Selasa 6 Maret 2019.

Awalnya demo berlangsung damai. Mahasiswa dan masyarakat menyampaikan aspirasinya hingga ditemui Plt Kadis ESDM Sultra Andi Azis.

- Advertisement -

Usai pemaparan Andi Azis, polisi meminta massa untuk bubar.

“Kami perintahkan lima menit untuk segera membubarkan diri. Kalau tidak, kami akan bubarkan,” kata Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi.

Namun, mahasiswa dan masyarakat memilih bertahan dan membentuk barisan untuk bubar.

Tetapi, saat akan bubar, polisi langsung menyemprot mahasiswa dengan water canon.

Bentrokan pun pecah. Mahasiswa dengan menggunakan batu dan kayu melempar polisi.

Aksi mahasiswa ini dibalas dengan cara menghalau menggunakan gas air mata dan semprotan water canon.

Pantauan inilahsultra.com, beberapa menit setelah polisi berhasil menghalau masa demonstran Tolak Tambang di halaman Kantor Gubernur, mendadak kericuhan muncul di belakang barikade polisi. Persisnya di depan parkir halaman Kantor Gubernur Sultra.

Di situ terlihat, polisi mengamankan seorang demonstran berbaju biru. Tak lama berselang, demonstran tersebut langsung diserbu hantaman dari beberapa oknum satpol PP. Termasuk aparat polisi yang tengah berjaga.

Miris, polisi yang bertugas mengamankan aksi demonstrasi gagal melindungi oknum demonstran tersebut dari amukan aparat polisi dan satpol PP sehingga satu pendemo menjadi bulan-bulanan Satpol PP.

Sejumlah Satpol PP terlihat melayangkan hantaman ke arah demosntran yang kala itu dikerumuni oleh aparat kepolisian.

Beberapa pukulan mengenai kepala demonstras berbaju biru tersebut. Ia tak berkutik karena berada di area penjagaan polisi. Terpisah jauh dari rekan masa pendemo yang berhasil dihalau oleh semprotan gas air mata aparat kepolisian.

Baca Juga :  Tinjauan Budaya dalam Mudik Lebaran Menurut Dosen Universitas Haluoleo

Hingga berita ini dirilis, belum diketahui nasib demonstran yang menjadi korban amukan Satpol PP dan oknum polisi.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
101

1 KOMENTAR

  1. Ass. mengenai masalah trsebut itu sdh kesalahan para aparat baik satpol pp dan polisi. apa lagi main amuk massa bgtuu ..ndg beretika skali jadi seorng oknum ..mending jd pemulung sj. bukankan seorng oknum tugas nya mengaman kan sesuai 5 sila pancasila klian hrus adil dan beradab. jgn klian main hakim sendri smpai gebuk lin massa bersamaan.. klian pernah tdk bljar kewarnegaraan dmna dstu sllu ada etika dan moral stiap mnusiaa..percumaa klian skolah tinggi klau apa yg klian dptkan tdk di amalkan ..Munafik itu namnya. gmna mau mningkat Negeri ini kalau oknum satpol dan polisi bgini modelnya hnya tau makan uang tokk sj.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here