Demo Tolak Tambang, Masyarakat Wawonii Bentrok dengan Polisi

2374
Salah satu ibu ibu massa aksi menolak tambang di Pulau Wawonii

Kendari, Inilahsultra.com – Ratusan massa dari gabungan mahasiswa dan masyarakat Wawoni Kabupaten Konawe Kepulauan kembali menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Sultra.

Demonstrasi awalnya berlangsung damai, namun tiba-tiba terjadi bentrok karena massa merangsek masuk ke halaman Kantor Gubernur.

- Advertisement -

Polisi dari Polda Sultra dan Polres Kendari dengan segala kekuatannya menghalau massa dengan menembakkan gas air mata.

Tiga orang masyarakat menjadi korban. Salah satunya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas dan terkena pukulan aparat.

Bukan hanya massa laki-laki yang jadi korban. Ibu-ibu yang jauh-jauh dari Pulau Wawonii ikut terkena gas air mata.

Meski dihalau polisi, massa berhasil masuk dalam halaman Kantor Gubernur Sultra.

Mereka kembali menggelar orasi di depan Kantor Gubernur Sultra. Di lokasi, polisi terlihat berjaga.

Polisi terlihat menyiapkan dua unit mobil water canon termasuk pasukan pengendali massa.

Demonstrasi yang dibangun oleh Front Masyarakat Wawonii menolak tambang ini sebagai bentuk protes dan menuntut Gubernur Sultra Ali Mazi untuk segera mencabut 13 izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Wawonii.

Penerbitan IUP oleh pemerintah di pulau ini tentunya patut dipertanyakan. Sebab, banyak aturan yang telah dilanggar.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2014-2034.

Berdasarkan RT RW itu, Konawe Kepulauan tidak bisa diterbitkan IUP tambang. Konkep hanya diperuntukan pertanian, pariwisata dan perikanan.

Selain melanggar RTRW, IUP di Konkep juga telah melanggar UU 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil.

Bahwa daerah yang bisa dikeluarkan IUP memiliki panjang 2 ribu kilometer bujur sangkar. Pulau Wawonii sendiri hanya memiliki luasan 867, 58 Km2 atau panjang 800 kilometer.

Dengan demikian, secara tidak langsung, penerbitan IUP di Pulau Wawonii telah melanggar dua aturan tersebut.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...