
Kendari, Inilahsultra.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan tetap mengusulkan nama calon Wakil Wali Kota Kendari di luar usulan PAN dan PKB.
Sebelumnya, PAN dan PKB telah mengusulkan dua nama, Siska Karina Imran dan Rahman Tawulo.
Lahirnya dua nama ini melalui perbedaan pandangan antara PKS dengan PAN dan PKB.
Awalnya, PKS menandatangani nama yang diusulkan PAN dan PKB. Namun belakangan, Sekretaris DPD PKS Kota Kendari malah mencabut dukungannya.
Terakhir, PKS akan ikut mengusul nama, walaupun PAN dan PKB lebih dulu mengirim dua nama.
Sekretaris DPW PKS Sultra Yaudu Salam Ajo mengatakan, walaupun partai pengusung lain sudah mengusulkan nama calon wakil wali kota, bukan berarti menghilangkan hak PKS sebagai partai koalisi.
“PKS akan mengajukan nama, PKS punya hak untuk mengajukan nama, namun saat ini masih butuh proses. Tidak serta merta yang lain sudah mengusulkan kita langsung ikut juga,” kata Yaudu Salam Ajo saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Rabu 6 Marer 2019.
Anggota DPRD Provinsi Sultra ini mengatakan, memang saat ini PKS belum mengusulkan nama calon wakil karena prosesnya belum selesai di internal PKS.
“Ada rapat politik dari masing-masing partai, dan alhamdulilah dari PAN dan PKB sudah mengajukan nama. Jadi sekarang tinggal PKS yang belum mengajukan nama,” ucapnya.
“Intinya PKS akan mengajukan nama calon wakil wali kota karena PKS punya hak sebagai partai koalisi,” tambahnya.
Ia menjelaskan, semua partai memiliki mekanisme tersendiri.
“Seolah-olah kita dipaksakan untuk ikuti kemauan yang lain, hargailah kah PKS sebagai partai koalisi,” jelasnya.
Saat disingung, mengenai tanda tangan Riki Fajar hadir dalam rapat koalisi penentuan calon wakil, kata Yaudu, kehadiran Riki Fajar dalam rapat bukan sebagai sekretaris PKS melainkan tim pemenangan ADP-SUL.
“Riki Fajar hadir sebagai tim pemenangan bukan perwakilan PKS, dan dia juga sudah mencabut tanda tangannya,” tutupnya.
Penulis : Haerun




