AMPG Kendari Kecam Kekerasan Aparat Teradap Warga Wawonii

315
LM Rajab Jinik saat bertemu dengan Ketua Umum Golkar. (Foto Istimewa)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Kendari ikut mengecam tindakan represif aparat kepolisian dan polisi pamong praja dalam demonstrasi tolak tambang oleh warga Pulau Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan, Selasa 4 Maret 2019.

-Advertisements-

Ketua AMPG Kota Kendari LM Rajab Jinik mengaku, kekerasan ini harusnya dihindari oleh aparat.

“Warga datang hanya untuk menuntut kewajiban pemerintah untuk menertibkan izin usaha pertambangan (IUP) di daerah mereka. Jangan juga dibalas dengan kekerasan,” kata Rajab, Kamis 7 Maret 2019.

Menurut dia, jika terjadi bentrokan, massa cukup dihalau dengan gas air mata atau water cannon. Tidak perlu juga disusul dengan kekerasan dan penganiayaan hingga menyebabkan luka-luka.

“Harusnya aparat menahan diri. Setelah saya lihat videonya, sangat kejam dan keji perlakuan mereka terhadap warga. Kami sangat kecam tindakan seperti ini. Tidak manusiawi,” kata Rajab.

Rajab menyebut, dalam perang saja, orang yang sudah menyerah tidak boleh dianiaya. Apalagi warga yang menuntut kewajiban pemerintah ini bukan dalam skala perang.

“Mereka kan datang baik-baik. Menuntut pemerintah bertindak tegas terhadap aturan. Masa, orang sudah menyerah dan tidak berdaya, masih dipukuli terus. Mereka manusia. Jangankan manusia, binatang pun diperlakukan begitu sangat tidak layak,” ujarnya.

Terhadap tuntutan warga agar tambang di Pulau Wawonii dicabut, AMPG Kota Kendari mendukung hal ini.

Menurut Rajab, bila merujuk pada berbagai aturan, penerbitan IUP di Pulau Wawonii jelas melanggar karena masuk dalam kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Lantas kalau ditambang, bagaimana nasib mereka ke depan. Pulau itu bisa tenggelam. Itu pulau kecil loh. Kira-kira kalau ditambang, bagaimana nasib Pulau Wawonii. Hancur,” tuturnya.

Sebagai organ pemuda, kata Rajab, AMPG siap ikut bergabung dalam massa untuk bersama-sama menolak keberadaan tambang di Pulau Wawonii.

“Kita bukan dalam kapasitas mencari sensasi. Tapi ini bicara nurani. Kami bersikap tak ada kepentingan. Yang kami pikirkan adalah masa depan masyarakat di Pulau Wawonii jika akan terus-terus ditambang,” pungkasnya.

Penulis : Onno
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...