Demo Ricuh, Puluhan Ormas Minta Kapolres dan Kasatpol PP Dicopot

153
Puluhan organisasi massa mendesak Kapolres Kendari dan Kasat Pol PP Sultra dicopot.

Kendari, Inilahsultra.com – Demo penolakan tambang di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 6 Februari 2019 lalu menuai kecaman. Pasalnya, masyarakat dan mahasiswa menjadi korban amukkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian.

Atas tindakan aparat itu, puluhan organiasasi masyarakat dan kemahasiswaan di Sultra yang tergabung dalam Front Rakyat Sultra Bela Wawonii (FRSBW), meminta Kasat Pol PP Provinsi Sultra dan Kapolres Kendari dicopot dari jabatannya.

- Advertisement -

Puluhan lembaga itu terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Serikat Tani Nasional (STN), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Selain iti, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Penyelamat Organisasi, Insan Merah Putih (IMP), Kesatuan Mahasiswi Muslim Indonesia (KAMMI).

“Copot Kasat Pol PP dan Kapolres Kendari, kami juga mendesak Kapolda Sultra untuk mengusut tuntas pelaku tindakan kriminal yang dilakukan oleh Satpol PP dan kepolisian,” ucap Mando selaku jenderal lapangan saat aksi di Kantor Gubernur Sultra, Kamis 7 Maret 2019.

Mereka juga menagih janji Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, untuk merealisasikan janji kampanye pada tahun 2018 lalu untuk mencabut izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Pulau Wawonii.

“Kami menuntut janji untuk mencabut IUP tambang yang ada di Pulau Wawonii dan menolak keras Pulau Wawonii dijadikan sebagai area pertambangan di dalam pembahasan RTRW yang akan lakukan di Kementrian Agraria pada 8 Maret 2019,” ucapnya.

Mereka juga mempertanyakan pernyataan Gubernur Sultra Ali Mazi di salah satu media ikut menyayangkan aksi pol PP.

“Inikan menjadi lucu, seorang gubernur bicara soal itu. Padahal perangkat satpol PP bagian dari gubernur,” bebernya.

Baca Juga :  222 Botol Miras Pabrikan Dimusnahkan di Wakatobi

Menurut mereka, jika gubernur punya itikad baik menemui massa aksi bisa saja tidak terjadi insiden berdarah.

Sementara itu, Alfin Pola selaku ketua GPMI menuturkan, aksi kemarin menyangkut kemaslahatan hidup masyarakat banyak khususnya masyarakat Wawonii.

“Kita berbicara masalah sosial, mata pencaharian mereka akan hilang, bahkan kehidupan mereka pun akan hilang itu yang perlu jadi catatan kita,” tegasnya.

Menurutnya, masalah Wawonii tidak dilihat pada aspek ekonomi melainkan sisi kemanusiaan.

“Kami tidak akan mundur, apapun yang terjadi,” katanya.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here