Hadapi PON 2020, KONI Sultra Yakinkan DPRD

114
Rapat anggota KONI Sultra di DPRD Provinsi terkait persiapan Program 2019 hingga 2020.
-Advertise-

Kendari, Inilahsultra.com – KONI Sultra bisa menyakinkan DPRD Sultra soal rencana penggunaan anggaran menghadapi sejumlah agenda 2019 dan 2020. Pada rapat yang digelar Jumat 8 Maret 2019, tim anggaran KONI Sultra memberikan penjelasan arah anggaran Rp 15,45 miliar yang bakal digunakan untuk dana operasional program olahraga menuju PON 2020 dan sejumlah agenda 2019.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo, DPRD awalnya mempertanyakan soal arah anggaran. Dibanding 2018, peningkatan anggaran Rp 4 miliar lebih.

-Advertise-

“Ini, ada peningkatan anggaran yang signifikan. Apa alasannya sehingga jauh meningkat,” ujar Yaudu Salam.

Sekum KONI Sultra, Erycson Ludji menjelaskan, peningkatan anggaran ini untuk melaksanakan sejumlah keperluan Pra PON untuk 35 cabang olahraga di KONI Sultra. Sebab, rata-rata, Pra PON dilakukan di wilayah Papua dan Jawa.

Sehingga, biaya untuk Pra-PON diklasifikasikan KONI tiap cabor berdasarkan olahraga beregu dan perorangan. Ketika diikuti hingga belasan orang, setiap cabor bisa menghabiskan anggaran hingga puluhan hingga ratusan juta untuk Pra PON.

“Ada pula agenda Musyawarah Provinsi KONI, Musornas, kemudian Rapat Anggota Tahunan. Sehingga, anggaran ini benar-benar kami efektifkan untuk memaksimalkan cabor agar tercover sebagai peserta yang mewakili KONI di Pra-PON serta agenda KONI lainnya,” ujarnya.

Dari 35 pengprov Cabor lainnya, teridiri dari 12 cabor terukur, 8 beladiri dan 15 permainan. Semua cabor ini, menurut Erycson membutuhkan anggaran dan pembinaan yang cukup menghabiskan biaya.

Sementara itu, Wakil Ketum KONI Elvis Basri Uno menjelaskan, Sultra di 2019 diberikan kepercayaan untuk menggelar Pra-PON cabor Bridge. Sehingga, dengan ini makin menambah kepercayaan PB KONI terhadap Sulawesi Tenggara.

“Tentunya untuk melakukan sejumlah kegiatan ini, butuh perhatian serius pemerintah. Karena Sultra untuk ikut menjadi tuan rumah, dan kepercayaan ini tidak mudah sebab Sultra juga mengusul,” ujar Elvis Basri Uno.

Baca Juga :  Perbakin Buton Hanya Target Dua Emas di Porprov

Penjelasan KONI Sultra untuk penggunaan dana hibah sangat beralasan. Malah, jumlah ini dianggap kurang oleh DPRD jika untuk memenuhi semua kepentingan cabor menuju PON 2020.

“Kita hanya harapkan, cabor yang berangkat untuk Pra PON bisa benar-benar yang berpotensi. KONI Sultra yang harus menyeleksi siapa-siapa cabor yang berpeluang, sehingga anggaran bisa maksimal dan digunakan secara benar,” ujar Yaudu Salam Ajo.

Reporter: Ahmad Akbar
Editor: Din

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here