Sayangkan Kekerasan, Bupati Konkep Dukung Tolak Tambang

620
Bupati Konawe Kepulauan, Amrullah.
-Advertise-

Kendari, Inilahsultra.com – Bupati Konawe Kepulauan, Amrullah mengaku hingga kini belum sempat menjenguk warganya yang menjadi korban pengeroyokan aparat 6 Maret 2019 lalu.

Hal ini disampaikan Mantan Kadis PU Konkep itu usai mengikuti gelaran Hari Peduli Sampah di Wakatobi 10 Maret 2019.

-Advertise-

“Belum. Belum sempat,” singkat Amrullah.

Amrullah sendiri menyayangkan insiden berdarah ‘Demo Tolak Tambang di Wawonii’ disuarakan masyarakat dan mahasiswa yang berujung ricuh.

Meski mendukung aksi tersebut, lanjut dia, warga mestinya tak terpancing melakukan aksi anarkis yang bisa menyulut kekerasan oleh aparat polisi dan Satpol PP.

Terkait aksi keroyok dilakukan aparat terhadap warga Konkep, Amrullah menolak berkomentar panjang. Ia hanya menyayangkan jatuhnya korban saat aksi unjuk rasa demonstrasi tolak tambang Wawonii di Kantor Gubernur. Ia pun menyerahkan penanganan kasus tersebut pada aparat hukum

“Kita sangat sayangkan. Saya tidak ada di lokasi. Kalau itu ada upaya hukum silahkan,” jelas Amrullah.

Menyusul ketuk palu RTRW Kabupaten Konkep yang menyatakan wilayah pemekaran Kabupaten Konawe bebas dari aktivitas pertambangan, Amrullah menyatakan belum bisa berbuat banyak. Kata dia, kebijakan penutupan IUP tambang di luar kewenangan pejabat sekelas bupati.

“Bukan kewenangan bupati. Itu kewenangan pusat. Nanti dilihat dulu perkembangan karena saya kan tidak diundang waktu rapat RTRW. Hanya Bappeda,” urainya.

Sejauh ini pantauan Amrullah aktivitas perusahaan tambang di Kabupaten Konawe masih berjalan.

“Pembangunan jeti. Sudah ke sana. Lagi persiapan areal jeti,” pungkas Amrulah.

Data dihimpun Inilahsultra.com, IUP tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan terbit sejak daerah tersebut masih bersatu dengan Kabupaten Konawe. Persisinya saat pemerintahan Wagub Sultra, Lukman Abunawas.

Bupati Konawe dua periode itu meneken sekitar 16 IUP sejak Desember tahun 2007- Maret Tahun 2012. Keseluruhan rata-rata mengolah meneral kromit dan nikel di kawasan pesisir Konkep

Baca Juga :  AMAN dan Ridwan Mulai Bahas Strategi Pemenangan

Ada 9 IUP dinyatakan telah berakhir. Diantaranya milik PT Hasta Karya Mega Cipta (2008-2015) dengan luas IUP pengolahan kromit 1.354 Ha di Kecamatan Wawonii Selatan. PT Pasir Berjaya (2007-2014) luas IUP 1552 Ha di Wawonii Utara (kromit). PT Derawan Berjaya Mining (2010-2015) mengantongi 2 IUP dengan total luas 4000 Ha di Wawonii Tengah dan Wawonii Timur (kromit). PT Cipta Puri Sejahtera (2008-2015) memegang IUP seluas 2.036 Ha di Wawonii Barat (Nikel).

Disusul pemegang IUP tersebut besar di Konkep yakni PT Natanya Mitra Energy ( 2010-2016). Perusahaan ini mengantongi dua IUP Eksplorasi Tambang Nikel di Kecamatan Wawonii Barat, Wawonii Utara dan Wawonii Timur dengan total luas 7.929 Ha.

PT Investa Pratama Intikarya (2009-2016) dengan luas garapan IUP Nikel 243 ha di Wawonii Selatan.

Terakhir PT Kharisma Kreasi Abadi (2009-2016) luas eksplorasi nikel 547,5 Ha di Wawonii Selatan.

Sementara ada 7 IUP di Kabupaten Konawe Kepulauan yang masa berlakunya masih cukup lama.

Di Kecamatan Wawonii Tenggara dilaporkan ada dua IUP dipegang oleh PT Derawan Berjaya Mining (nikel) dan PT Gema Kreasi Perdana (kromit). Total luas olahan 1.114 Ha. Kedua IUP tersebut berlaku hingga 2028. SK IUP tambang tersebut diteken tahun 2008 saat Lukman Abunawas menjabat Bupati Konawe

Ada dua perusahaan pemegang IUP tambang yang masa berlakunya sama berakhir tahun 2028. Masing-masing PT Bumi Konawe Mining (2010) dan PT Gema Kreasi Persada (2008) Keduanya fokus melakukan eksplorasi tambang nikel di Wawonii Selatan dan Wawonii Barat.

Yang lain yakni PT Alotama Karya (2012) dan PT Komco Karya Mandiri (2011) dan PT Konawe Bakti Pratama (2012) berakhir antara Tahun 2032-2031.

Baca Juga :  Komposisi Dapil Anggota DPRD Baubau Tahun 2019 Tidak Berubah

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here