Demo Anarkis, Polda Sultra Tangguhkan Penahanan 16 Mahasiswa

1741
Mahasiswa mendapatkan penangguhan penahanan oleh Polda Sultra. (Foto istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sultra menangguhkan penahanan 16 mahasiswa yang sempat diamankan usai demo yang berujung bentrokan di Polda dan Kantor Gubernur Sultra, Senin 11 Maret 2019.

Kasubbid Penerangan Masyarakat Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi mengaku, ke 16 mahasiswa itu terdiri dari 15 mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari dan 1 mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari.

- Advertisement -

“Pada hari Rabu tanggal 13 Maret 2019 pukul 18.00 Wita bertempat di kantor Ditreskrimum Polda Sultra telah dilakukan penangguhan penahanan dan penyerahan terhadap 16 (enam belas) orang yang terdiri dari 15 dari UHO dan 1 orang dari STIMIK Bina Bangsa,” ungkap Agus melalui rilisnya, Rabu 13 Maret 2019.

Sebelumnya, 16 mahasiswa itu ditahan karena melakukan tindak pidana melawan petugas dan merusak fasilitas umum pada saat melakukan unjuk rasa pada 11 Maret 2019.

Semua mahasiswa itu dikenakan pasal 214 ayat (1) dan (2) ke 1e KUHP subsider pasal 212 dan 170 KUHP tentang secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang/barang (pengrusakan) serta  melakukan perlawanan terhadap petugas kepolisian.

“Dasar dilakukannya penangguhan penahanan adalah dengan adanya surat permohonan penangguhan penahanan oleh Rektor Universitas Halu Oleo Dr Muhammad Zamrun F, SSi MSi MSc nomor : 1059/UN29/LL/2019 tanggal 13 Maret 2019 yang ditujukan kepada Kapolda Sultra,” jelasnya.

Proses serah terima mahasiswa ini, lanjut Agus, dilakukan oleh dari pihak Polda yaitu AKBP Harjoni Yamin (Kasubdit PPA mewakili Dir Reskrimum), AKBP Nasarudin (Kabag Wassidik), AKBP Eddy M (Kasubdit III Dit Intelkam) dan Kompol Agus Mulyadi (Kasubbid Penmas Bid Humas).

Sedangkan pihak Universitas Haluoleo diwakili oleh Dr Nur Arafah MSi (Wakil Rektor III), Herman (Dekan Fakultas Hukum), Firdaus (WD III FTIK), Sartono (WD III FISIP), Mustamin Anggo (WD III FKIP), Ahmad S (WD III Peternakan), Sudarsono (WD III Tehnik), Ruslan ( Wadir III Vokasi), Erwin Anshari (Kajur Pertambangan), Muh Yusuf (Sekjur Administrasi), Mustamin (Ka Prodi Teknik Elektro) dan La Ode Amaludin (Kajur Geografi).

Baca Juga :  Syaifuddin Gani terima penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka

Setelah administrasi penangguhan selesai, kata Agus, mahasiswa diberikan penjelasan terkait status penangguhan secara hukum oleh AKBP Harjoni Yamin, termasuk penjelasan status akademik mereka oleh Dr Nur Arafah selaku pembina mahasiswa.

“Penyidik selanjutnya menyerahkan para mahasiswa kepada dekan/wakil dekan II masing-masing fakultas disaksikan oleh WR III untuk selanjutnya dilakukan pembinaan dan satu Mahasiswa STIMIK Bina Bangsa diserahterimakan kepada keluarganya,” ujarnya.

Dengan ditangguhkan penahanannya, para mahasiswa dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis pukul 10.00 Wita di Dit Reskrimum yang mendapat dukungan dari pihak UHO.

Penulis : Onno
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here