Wali Kota Kendari Janji Tindak Perusahaan Peti Kemas di Jalan Madusila

471
Perusahaan peti kemas yang berada di Jalan Madusila Kota Kendari disoroti DPRD. Wali Kota Kendari berjanji akan bertindak tegas.

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir untuk menghentikan dan menutup perusahaan peti kemas yang terletak di Jalan Madusila tepatnya di depan Kantor DPRD Kota Kendari.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari Sukarni mengatakan, kegiatan yang dilakukan perusahaan petik kemas itu merupakan industri. Keberadaannya serta aktivitas di dalamnya telah melanggar beberapa aturan mulai tidak memiliki izin dari pemerintah, melanggar perda rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan melanggar batas sepadan jalan.

- Advertisement -

“Seharusnya pemerintah harus menghentikan dan menutup perusahaan peti kemas ini karena melakukan kegiatan ilegal yang tidak sesuai dengan peruntukan kawasan,” kata Sukarni saat ditemui di kantornya, Rabu 13 Maret 2019.

Menurut dia, pemerintah seharusnya menindak perusahaan tersebut. Jika tidak dilakukan, ia menilai pemerintah telah lalai.

“Izin perusahaan peti kemas harus melalui pemerintah, tapi pemerintah tidak mengeluarkan izin. Jadi ada apa pemerintah nyata-nyata perusahaan ini melakukan aktivitas dibiarkan begitu saja, kenapa ada pembiaran seperti. Ada apa kah?,” tanyanya.

Terkait hal ini, DPRD telah mengirim surat ke pemerintah kota pada Senin 10 Maret 2019 lalu yang ditandatangani langsung Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim.

Isi surat tersebut, memerintahkan wali kota untuk menutup aktivitas peti kemas 3×24 jam.

“Hari ini merupakan hari ketiga atau hari terakhir pemerintah untuk mengeluarkan surat penghentian atau menutup aktivitas ke perusahaan peti kemas itu,” jelasnya.

Selain menyurat, DPRD rencananya akan memanggil wali kota berikut SKPD terkait bila perusahaan tersebut tidak ditutup.

“Kita akan panggil dinas perizinan badan usaha, satpol PP, dinas pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan yang membidangi usaha tersebut. Kita akan pertanyakan kenapa perusahaan ini tidak dihentikan dan ditutup,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, surat DPRD itu ia sudah terima dan didisposisi untuk segera ditindak sesuai ketentuan.

“Kita tidak ingin aktivitas di Kota Kendari ini dilakukan tidak mengikuti tata ruang kota dan peruntuhkannya,” kata Sulkarnain Kadir, Rabu 13 Maret 2019.

Terkait dengan permintaan DPRD bahwa pemkot segera menghentikan dan menutup perusahaan peti kemas tersebut, Sulkarnain menyatakan mesti melewati prosedur.

“Kita akan laksanakan sesuai dengan ketentuan, kalau dalam aturan mengatakan tidak boleh, yah tidak boleh,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...