Dihadapan Mahasiswa Unidayan, La Bakry Beber Kendala Pengelolaan Aspal dan Pemekaran Kepton

115
Rektor Unidayan Ir Sjamsul Qamar (Kiri) saat penyerahan mahasiswa peserta KKN-P kepada Bupati Buton La Bakry (Kanan) di Aula Kantor Bupati Buton, Jumat 15 Maret 2019.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bupati Buton La Bakry menerima 257 mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKN-P) di Aula Kantor Bupati Buton, Jumat 15 Maret 2019.

Bupati Buton La Bakry mengatakan, para mahasiswa adalah masa depan bangsa yang akan melanjutkan pembangunan.

- Advertisement -

“Adik-adik (mahasiswa) ini menjadi harapan masa depan bangsa, setalah pak Rektor dan saya (Bupati),” kata La Bakry, disambut hangat mahasiswa.

Orang nomor satu di Buton ini berharap, 257 mahasiswa yang melaksanakan KKN-P di Kabupaten Buton bisa melaksanakan tugas akhirnya dengan baik. Sebagai mahasiswa mereka harus bisa membawah manfaat bagi desa-desa yang ditempati saat KKN-P.

Pada kesempatan ini, La Bakry memaparkan beberapa program yang tengah diperjuangkan Pemkab Buton saat ini. Diantaranya, mengenai pemanfaatan aspal Buton dan dukungan terhadap pemekaran Kepulauan Buton sehingga bisa menjadi sebuah provinsi.

Saat ini, lanjut dia, Pemkab Buton tengah berupaya meyakinkan Pemerintah Pusat bahwa aspal Buton memiliki kualitas lebih baik dan bisa menjadi masa depan Indonesia khususnya Kabupaten Buton.

Namun, Pemkab Buton tidak memiliki satu hektarpun konsesi lahan agar bisa dikelola dan kemudian hasilnya masuk ke kas daerah.

Selama ini, Kabupaten Buton hanya mendapatkan sebagian kecil dari dana bagi hasil pengelolaan aspal dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Buton.

“Ini kita dorong karena kita tidak ingin lagi menerima royalti nol koma sekian persen atau sisa-sisa dari total penerimaan dari bisnis aspal itu. Kita ini harus menjadi suplayer,” ucapnya.

Selain itu, dia menegaskan, Kabupaten Buton adalah kabupaten induk yang telah memekarkan beberapa kabupaten. Sebagai induk, La Bakry berharap suatu saat Kepulauan Buton (Kepton) bisa menjadi sebuah provinsi yang menjadi kebanggaan kita semua.

Baca Juga :  Bupati Buton Kurban Dua Ekor Sapi

“Kita berusaha lagi memenuhi syarat-syarat, politiknya sudah selesai semua. Hanya dipusat belum buka krannya. Kepton sudah siap, secara administrasi dan politis, Pemerintahan, wilayah cakupan, dukungan pemerintah provinsi dan DPRD Provinsi semua sudah clear,” ujar La Bakry.

Sementara itu, Rektor Unidayan, Ir Sjamsul Qamar menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Buton dalam hal ini Bupati Buton karena ditengah kesibukan Bupati dalam menjalankan tugas, masih bisa menyempatkan diri untuk menerima mahasiswa KKN-P Unidayan.

“Harapan kami kegiatan ini dapat kerjasama dengan baik. Kami universitas mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bupati bisa menerima mahasiswa kami dari Unidayan ini,” ucapnya.

Sjamsul menyebutkan, sebanyak 257 mahasiswa dari 8 fakultas di Unidayan ini akan ditempatkan di 4 kecamatan yakni Kecamatan Pasarwajo, Wabula, Wolowa, dan Kapontori.

Sjamsul berpesan kepada mahasiswa agar dapat memberikan manfaat terhadap daerah tempat melaksanakan KKN serta menjaga kehormatan dan nama baik almamater juga nama baik Kabupaten Buton itu sendiri.

Reporter: Waode Yeni Wahdaniah

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here