Janji Lukman Abunawas : Cabut IUP di Pulau Wawonii dalam 10 Hari

209
Lukman Abunawas saat menemui massa aksi.

Kendari, Inilahsultra.com – Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas berjanji akan mencabut izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Wawonii dalam jangka waktu 10 hari.

Janjinya ini disampaikan di hadapan ribuan massa aksi yang tergabung dalam Front Rakyat Sultra bela Waonii pada saat melakukan aksi damai di Kantor Gubernur Sultra, Kamis 14 Maret 2019 kemarin.

- Advertisement -

Dalam aksi bela Wawonii itu, mereka membawa tiga poin tuntutan utama. Pertama, pencabutan IUP akan dilaksanakan paling lambat 14 hari terhitung hari itu. Kedua, Pemprov bersedia membuat surat keputusan penghentian aktivitas pertambangan di Konkep. Ketiga apabila poin satu dan dua tidak diindahkan maka Ali Mazi membolehkan massa bela Wawonii menduduki Kantor Gubernur Sultra.

Seluruh poin itu diterima dan diamini langsung Wakil Gubernur Lukman Abunawas dengan bukti membubuhkan tanda tangan di lembaran kertas pernyataan tersebut.

“Dengan mengucapkan bismilahirrahmanirahim, saya mewakili Gubernur Sultra Ali Mazi pada hari ini menerima dan siap melaksanakan,” kata Lukman sambil menandatangani surat perjanjian tersebut.

Terkait waktu yang tertera dalam pernyataan selama 14 hari, menurut Lukman terlalu lama kalau 14 hari. Ia
berjanji dalam jangka waktu 10 hari akan IUP di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Keberanian Ketua KONI Sultra mencabut IUP, disambut dengan tangis haru masyarakat Pulau Wawonii.

Lukman Abunawas mengaku, mempertaruhkan tiga jabatan apabila tidak mencabut IUP dalam kurun waktu 10 hari, yakni jabatan dirinya sebagai Wakil Gubernur, Kepala Dinas dan Sumber Daya Mineral, dan Karo Hukum Pemprov Sultra.

“Kalau tidak dicabut IUP selama 10 hari potong leher kita, kita cabut itu IUP tidak boleh tidak,” kata Lukman Abunawas disambut dengan tepuk tangan massa aksi.

Baca Juga :  Pembekuan IUP di Pulau Wawonii Tepat Meski Terlambat

Lanjut Lukman, posisi kepala daerah dalam pemerintahan gubernur dan wakil gubernur satu paket. Untuk itu, dirinya sudah melakukan rapat dengan Dinas ESDM dan Karo Hukum membahas pencabutan IUP yang ada di pulau kelapa itu.

“Langkah-langkah pencabutan IUP di Konkep sudah kita siapkan di Karo Hukum,” katanya.

Kemudian langkah-langkah pencabutan IUP itu, Lukman sudah berkordinasi dengan Ali Mazi sebagai gubernur yang memiliki kewenangan tertinggi pencabutan IUP di Konkep.

“Saya sudah menemui Ali Mazi membahas pencabutan IUP di Konkep,” katanya.

Ia mengaku, dirinya bagian yang berjasa memekarkan Konkep pada tahun 2013. Selama empat tahun, kata dia, berjuang untuk memisahkan Pulau Wawonii dari kabupaten induk Konawe.

Untuk itu, ujar dia, tidak mungkin mengorbankan masyarakat Konkep dengan hadirnya IUP yang bisa menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Untuk memperjuangkan pencabutan IUP di Konkep dalam waktu 10 hari, jangankan tenaga dan pikiran, nyawapun akan saya persembahkan untuk masyarakat Konkep,” janjinya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here