32 Aduan Masuk di e-Humas, Didominasi Masalah Sampah Kota Kendari

425
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kurang lebih satu bulan beroperasi setelah dilaunching pada Februari lalu, aplikasi e-humas telah menerima puluhan aduan dari masyarakat.

Kabag Humas Pemkot Kendari Astibar Karu mengatakan, aduan masyarakat itu beragam.

- Advertisement -

“Sampai saat ini kami menerima sebanyak 32 aduan dari masyarakat dan alhamdulilah semua pertanyaan sudah dijawab tuntas oleh admin organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing,” kata Astibar Karu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 21 Maret 2019

Aduan yang paling banyak, sebut Astibar, terkait penanganan sampah yang ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

“Memang sekarang musim yang tidak bersahabat, saat ini musim hujan dan sampah-sampah berserakan. Jadi yang banyak masuk ini aduan terkait sampah tapi semua itu sudah diatasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” katanya.

Kedua, tentang perbaikan jalan. Perbaikan dan pembangunan drainase serta jembatan ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ketiga, tentang pelayanan administrasi pembuatan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Keempat, tentang gas elpiji yang banyak diperjualbelikan di masyarakat tidak sesuai harga standar yang telah ditentukan oleh pemerintah. Ini ditujukan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

Kelima, tentang tugas penegak perda dalam hal ini Satpol PP untuk mengatur tampat hiburan malam (THM) agar diatur sedemikian rupa agar tidak menganggu ketertiban dan ketentraman umum.

“Apalagi kita tahu bersama Kota Kendari merupakan kota bertakwa,” katanya.

Keenam, tentang bantuan-bantuan beasiswa miskin pada anak-anak pelajar terutama di sekolah yang dinilai tidak tepat sasaran, ditujukan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora).

Terakhir, beberapa titik di Kota Kendari lampu jalan tidak berfungsi. Aduan ini ditujukan kepada Dinas Perhubungan.

“Aduan ini masuk di humas langsung kita teruskan ke OPD dan admin OPD yang memberikan jawaban tentang aduan masyarakat dan berkordinasi dengan kepala dinas, dan ini sudah dijawab semua,” jelasnya.

Astibar menjelaskan, program ini sesuai dengan visi misi Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi, teknologi dan informasi yang merupakan penjabaran program wali kota saat ini Sulkarnain Kadir.

Program wali kota, lanjut Astibar, pelayanan masyarakat bersifat digital, terlebih era kini sudah milenial dan tentunya layanan kepada masyarakat berbasis teknologi.

Pelayanan macam ini telah dilakuakan hampir semua dinas, kantor kecamatan dan kelurahan.

“Inilah program wali kota Sulkarnain betul-betul memperhatikan pelayanan masyarakat bersifat digital dan tujuannya untuk mempercepat respon jawaban yang diberikan oleh pemerintah,” tutupnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...