Janji Politikus : Potong Leher Hingga Gantung Diri yang Tak Mungkin Terbukti

454
Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas

Kendari, Inilahsultra.com – Namanya politikus, janjinya kerap diragukan. Hal yang remeh temeh saja kadang sulit dibuktikan, apalagi sampai harus mengorbankan nyawanya.

Janji gantung diri hingga potong leher adalah semacam ungkapan untuk meyakinkan publik akan keseriusannya.

- Advertisement -

Soal ini, publik masih ingat dengan janji mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum soal dirinya siap digantung di Monas bila terbukti korupsi wisma atlet Hambalang.

“Satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas,” kata Anas, 9 Maret 2012 silam.

Namun setahun kemudian, tepatnya 22 Februari 2013, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Anas sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji (gratifikasi) terkait proyek Hambalang.

Pada Januari 2014, Anas kemudian ditahan di Rutan KPK. Anas dijatuhi vonis inkrah 14 tahun setelah menjalani persidangan dan bergulir hingga tingkat kasasi.

Politikus yang juga sesumbar macam Anas adalah Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman.

Ia berjanji akan terjun dari puncak Monas jika Teman Ahok, pendukung Basuki Tjahaja Purnama, mampu mengumpulkan 1 juta KTP.

Dalam perjalanannya, Teman Ahok mampu mengumpulkan KTP seperti yang ditantang oleh Habiburokhman.

Baik Anas maupun Habib, hingga sama-sama belum menunaikan janjinya itu. Anas kini mendekam di jeruji, sedangkan Habib masih sibuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Paling anyar, janji serupa ikut dilontarkan politikus di Sultra. Dengan sesumbar Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas siap potong leher.

Hal ini diungkapkan di hadapan seribuan massa dan awak media saat demo tolak tambang Pulau Wawonii, di Kantor Gubernur Sultra, Kamis 14 Maret 2019.

Di hadapan massa, Lukman dengan berapi-api menyatakan, jangankan tenaga dan pikiran, nyawanya pun dipersembahkan untuk masyarakat Konkep jika tak mencabut IUP tersebut.

“Saya pertaruhkan jabatan sebagai wakil gubenur, jabatan Biro Hukum, Kadis ESDM, kalau tidak benar IUP di Konkep tidak akan dicabut, maka potong leher kita. Kita cabut IUP tidak boleh tidak, dan langkah-langkah itu sudah disiapkan,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Janji Lukman Abunawas ini sebagai bentuk jawaban atas tuntutan massa yang meminta Pemprov Sultra mencabut IUP dalam kurun waktu 14 hari.

Namun, waktu 14 hari itu, terlalu lama buat Lukman. Ia memundurkannya. Dalam waktu 10 hari, IUP di Pulau Wawonii sudah dicabut.

Terhadap pencabutan IUP, Lukman benar-benar yakin. Sebab, sudah dua kali rapat dengan pejabat terkait seperti Dinas ESDM dan Biro Hukum. Pertemuan itu meneguhkan sikap Lukman, IUP tetap dicabut.

Namun, pencabutan IUP jelas lah masih buram. Sebab, kebijakan ini menjadi kewenangan Gubernur Sultra Ali Mazi.

Sekarang, Lukman telah menggelinding bola pencabutan IUP ke Ali Mazi. Tinggal bagaimana gubernur menggolkannya.

Lantas apakah Gubernur Sultra mau mencabut IUP sebelum deadline waktu yang ditentukan?

Situasi politik panas dingin antara Ali Mazi dan Lukman Abunawas akhir-akhir ini patut juga menjadi pertimbangan atas terwujudnya harapan pencabutan IUP sesegera mungkin atau hingga limit waktu yang ditentukan.

Belum lagi, sikap Ali Mazi terhadap pencabutan IUP itu penuh pertimbangan. Kemarin, Ia menyatakan, pencabutan itu tidak lah mudah.

Menurutnya, perlu menengok kembali landasan hukum termasuk mempertimbangkan hadirnya pengusaha tambang yang terlanjur berinvestasi.

Karena Lukman terlanjur mengungkap janji, maka sudah sepantasnya ia memenuhi. Masyarakat Wawonii menunggu langkah pasti pemerintah, cabut IUP di pulau itu.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Koreksi : Maaf, sebelumnya ditulis janji Ali Mazi, seharusnya janji Lukman Abunawas soal pencabutan IUP dalam jangka waktu 10 hari. 

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...