Absen Sidik Jari di Buteng Belum Difungsikan

111
sumber (foto) : gatra.com

Labungkari, Inilahultra.com – Sistem absen sidik jari (Finger Print) pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) belum berjalan maksimal. Padahal seluruh OPD telah memiliki absen sidik jari tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buteng Samrin Saerani mengatakan, alat untuk mencatat disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) itu belum bisa difungsikan karena admin tiap OPD belum diberi pelatihan.

- Advertisement -

“Alatnya sudah ada dan sudah terpasang di semua OPD di Buton Tengah,” ungkap Samrin, Sabtu 6 April 2019.

Dia mengakui, belum siap memberikan pelatihan karena admin pada BKPSDM masih sibuk mengurus CPNS yang lulus.

                       

“Memang kendalanya di kami karena belum siap melakukan pelatihan. Admin kami saat ini masih mengurus CPNS terkait penetapan NIP,” ungkapnya.

Ia berharap, setelah urusan CPNS selesai pihaknya akan mencari waktu lowong untuk segera melakukan pelatihan ke admin tiap OPD.

“Mudah-mudahan pelatihan sudah bisa digelar usai Pemilu 2019 mendatang,” paparnya.

Ia menjelaskan, dengan aktifnya absen sidik jari akan bisa mengontrol kehadiran pegawai. Data ini bisa dijadikan rujukan kepala OPD apabila pegawai diinstansi yang dipimpinnya melakukan tindakan indisipliner.

“Disitu bisa dilihat ASN tiba jam berapa dan pulang jam berapa. Jadi ada catatannya. Memang adminnya dimasing-masing OPD, tapi super adminnya dipegang BKPSDM untuk menguatkan laporan tindak indisipliner pegawai oleh pimpinan masing-masing OPD,” tutupnya.

Reporter: LM Arianto

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...
                   
                   
Baca Juga :  Lembur Sultra Minta DPRD selesaikan Perselisihan Buruh PT VDNI