Jenazah Warga Wakatobi Korban Penyanderaan Abu Sayyaf Dipulangkan

122
Keluarga korban penyanderaan Abu Sayyaf saat menjemput jenazah di Kabupaten Wakatobi, Jumat 12 April 2019.
-Advertise-

Wakatobi, Inilahsultra.com – Jenazah warga Wakatobi, Hariadin Bin La Rere korban penyenderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina bersama rekannya La Heri tiba di Wakatobi, Jumat 12 April 2019.

Keduanya diantar dari Kendari menuju Wakatobi menggunakan Speed Boat milik Pemkab Wakatobi. Jenazah dikawal pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemelu) Republik Indonesia dan sejumlah kerabat korban.

-Advertise-

Bupati Wakatobi H Arhawi mengucapkan turut berdukacita. Selama penyanderaan, lanjut dia, Pemkab Wakatobi telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan pemerintah pusat. Harapannya, sandera bisa dibebaskan. Namun kehendak Sang Pencipta, korban harus tewas dalam upayanya membebaskan diri dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf.

“Pemkab Wakatobi telah berupaya agar para korban bisa bebas. Namun Tuhan mengatakan lain, karena dua warga Wakatobi korban penyenderaan itu hanya satu orang yang bebas dengan selamat,” ujar Arhawi.

Arhawi menuturkan, selaku Bupati Wakatobi menyampaikan duka mendalam kepada istri dan kerabat korban Hariadin. Termasuk mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memfasilitasi kepulangan jenazah Hariadin ke pangkuan keluarga.

“Atas nama seluruh masyarakat Wakatobi, saya ucapkan duka cita semoga keluarga korban tabah menjalani dan semoga amal ibadah korban bisa diterima disisi Allah SWT. Dan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memfasilitasi kepulangan jenazah Hariadin di kampung Wakatobi,” ucap Arhawi.

Sementara itu Yuda Nugraha, Kasubdit Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri yang mengawal jenazah sekaligus menyerahkan peti jenazah kepada Pemkab Wakatobi dan keluarga korban mengungkapkan, mengurus kepulangan jenazah WNI dari luar negeri merupakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kami mengantar dua putra Wakatobi yang merupakan WNI tenaga kerja di Malaysia. Namun hanya satu orang yang pulang dengan selamat. Sedangkan satunya harus tewas dalam upaya pembebasan dari kelompok Abu Sayyaf. Proses kepulangan ini adalah tanggung jawab kami di Kementerian Luar Negeri,” ungkap Yuda Nugraha.

Baca Juga :  Aktivis Asal Wakatobi Tuntut Presiden Jokowi Bebaskan Korban Sandera Abu Sayyaf

Amatan Inilahsultra.com, usai dilakukan serah terima secara simbolis di dermaga Marina, jenazah korban Hariadin, langsung dibawa ke kampung halamannya di pulau Kaledupa.

Reporter: La Ode Samsuddin

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here