Kelola Lapor Spam, Dinas Kominfo Kota Kendari Terbaik se-Sultra

167
-Advertise-

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari mendapatkan nilai terbaik dalam penerapan dan pengelolaan layanan penerimaan pengaduan pelayanan publik (SP4N Lapor) atau biasa di sebut Spam Lapor sebagai layanan aduan masyarakat.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Moh Nur Razak mengatakan, aplikasi Spam Lapor sudah berlaku se-Indonesia sejak tahun lalu.

-Advertise-

“Untuk Sultra Spam Lapor yang terbaik adalah Kota Kendari dengan sistem pemerintahan berbasasis elektronik (SPBE) mendapatkan nilai 2,2 poin,” kata Moh Nur Razak di ruang kerjanya, Jumat 12 April 2019.

Keberhasilan Dinas Kominfo mengelolah Spam Lapor ini, lanjut Nur Razak, pada tahun 2018 lalu ada 15 aduan masuk dari masyarakat yang ditujukan untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Dinas Perhubungan Kota Kendari.

“Untuk Dinas Perhubungan itu masalah lalu lintas, Dinas PUPR masalah jalan. Alhamdulilah semua aduan itu sudah ditindaklanjuti dan terealisasi dengan baik,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari menjelaskan, aduan masyarakat yang masuk tidak serta merta langsung ditindaklanjuti. Tapi aduan itu harus dipastikan lebih dulu.

“Dalam Spam Lapor itu, masyarakat yang mengadu harus memberikan identitas lengkap mulai dari nama, alamat, nomor KTP, nomor Hp, dan foto. Kalau identitasnya tidak lengkap maka kita tidak tindak lanjuti karena bisa saja itu hoaks,” jelasnya.

Spam Lapor ini, Nur Razak menjelaskan, terkoneksi secara nasional dan dipantau langsung di Staf Kepresidenan, Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Ombudsman Republik Indonesia.

“Jadi masalah-masalah yang masuk di Spam lapor itu dipantau langsung lembaga-lembaga ini, kemudian kita di Kominfo menidaklanjutinya kalau sudah ada arahan dari pusat,” jelasnya.

Baca Juga :  PT Wika Bitumen Peringati HUT

Untuk tahun 2019 ini belum ada aduan yang masuk. Sebab, sementara aplikasi masih dalam perbaikan versi terbaru yang dikoneksikan dengan admin semua organisasi perangkat daerah (OPD)

“Sementara dalam perbaikan versi karena tahun lalu menggunakan versi 2 dan tahun ini menggunakan versi 3 artinya daya kecepatannya ditambah,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here