Bantah Lakukan Money Politic di Buton, Umar Arsal : Demi Allah Saya Tidak Lakukan

424
 

Kendari, Inilahsultra.com – Calon Anggota DPR RI Umar Arsal membantah telah melakukan money politic di Kabupaten Buton.

Kepada wartawan, Rabu 17 April 2019, Umar mengaku tidak mengetahui warga yang menyebarkan stiker berikut uangnya ditangkap Polres Buton.

- Advertisement -

“Saya kaget juga mendengar berita ini. Demi Allah, dua orang itu saya tidak tahu,” kata Umar Arsal.

Umar mengaku, baginya, haram melakukan money politic. Sebab, sejak periode pertama hingga kedua tidak pernah melakukan hal seperti itu.

“Bahkan, saya imbau semua kader untuk tidak lakukan itu karena itu merampok proses demokrasi,” paparnya.

Ia menduga, ada dua kemungkinan soal money politic di Buton hingga menyeret namanya.

Pertama, 80 persen kader Demokrat di Sultra menggandeng namanya dalam satu kartu nama.

“Jadi kartu nama itu timbal balik. Ada saya di situ,” jelasnya.

Menurutnya, kader yang menggandeng namanya itu tidak mampu dikontrolnya hingga melakukan money politic.

Selain stiker dirinya, polisi juga ikut menyita kartu nama Woon La Ola yang juga Caleg DPRD Sultra dari Partai Demokrat Dapil Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Baubau dan Wakatobi.

Namun, kata Umar, dirinya tidak menginstruksikan kepada kadernya itu untuk membagikan uang kepada pemilih.

Ia juga sudah beberapa kali mengkonfirmasi kepada Woon La Ola melalui telepon seluler namun belum tembus.

“Saya belum ketemu (Woon La Ola). Apakah betul dia atau atas namakan dia. Bisa saja ada yang mengisi amplop,” tuturnya.

Diberitakan, Kepolisian Resor (Polres) Buton menangkap dua warga diduga pelaku money politic, Selasa 16 April 2019

Penangkapan itu terjadi sekira pukul 23.00 WITa, bertempat di depan Mako Polsek Batauga.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt mengaku, Polres Buton yang dipimpin Waka Polres Kompol Arnaldo Bin Bullow beserta anggota Sabhara Polres Buton, anggota Polsek Batauga dan anggota Bawaslu Kabupaten Buton Selatan menggelar operasi cipta kondisi.

Dalam operasi itu telah ditemukan dua orang pelaku diduga melakukan money politic. Yakni, Muhammad Bambang yang juga bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan La Ode Adi Surahman bekerja wiraswasta.

Bambang didapatkan membawa kartu nama calon anggota DPR RI Dapil Sultra dari Partai Demokrat bernama Umar Arsal serta Calon DPRD Sultra bernama Woon La Ola.

Selain kartu nama, polisi juga menemukan uang sebesar Rp 3 juta dengan pecahan Rp 20 ribu sebanyak 100 lembar atau total Rp 2 juta.

Kemudian, pecahan Rp 10 ribu sebanyak 100 lembar atau sebanyak Rp 1 juta.

Sedangkan La Ode Adi Surahman ditangkap karena kedapatan membawa uang beberapa barang.

Uang ditemukan sebanyak Rp 4,5 juta dengan pecahan Rp 10 ribu sebanyak 300 lembar atau sebanyak Rp 3 juta, lalu pecahan Rp 5 ribu sebanyak 300 lembar atau sebanyak Rp 1,5 juta.

Selain uang, polisi juga mengamankan rokok Surya Gudang Garam 16 Filter kretek 3 slot atau 30 bungkus. Kemudian, buku Surat Yasin berjumlah 100 buah, sarung merek Gajah Pasir jumlah 10 buah. Lalu, minyak Bimoli 3 botol ukuran 1 liter dan kartu nama Calon Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dari PAN bernama Abdul Mansur Amila serta Calon Anggota DPRD Buton Tengah Dapil I dari PAN bernama Kurnia.

“Beserta format daftar nama pendukung pemilihan calon anggota DPRD Provinsi Periode 2019 – 2024 Ir H Abdul Mansur Amila, A, MTP sebanyak 10 lembar,” kata Kabid Humas, Rabu 17 April 2019.

Kedua orang tersebut, kata Harry, sementara diamankan di sekretariat Bawaslu Kabupaten Buton Selatan untuk diinterogasi oleh Tim Gakkumdu Bawaslu Buton Selatan.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...