Dikhawatirkan Mengamuk, Pasien Rumah Sakit Jiwa Kendari Batal Mencoblos

510
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sebanyak enam orang pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari batal menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

Padahal, keenam orang ini, telah masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) di TPS 16 Kelurahan Tobuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.

- Advertisement -

Dr Junuda, selaku dokter di RSJ Kendari mengaku, awalnya keenam pasien itu sudah bersedia mencoblos di TPS.

Hanya saja, pada saat antrean, ada beberapa pasien gelisah. Petugas kesehatan khawatir, mereka berbuat ulah atau mengamuk.

“Jadi sebagian sudah dibawa pulang keluarganya di kampung dan dua orang kembali dimasukkan ke rumah sakit jiwa,” kata Junuda dihubungi melalui telepon, Rabu 17 April 2019.

Menurut Junuda, pasien dimaksud terlihat mondar mandir di TPS. Petugas medis khawatir penyakit lamanya kambuh.

Pasien tersebut, kata dia, diketahui memiliki riwayat kekerasan. Bahkan, pernah membakar rumah orang dan biasa memukul sembarangan.

“Itu bahaya juga. Nanti obrak abrik di TPS. Pusing juga saya. Yang jaga juga kurang di sana,” jelasnya.

Awalnya, kata Junuda, keenam pasien ini telah direkomendasikan secara lisan bisa mencoblos pads hari ini. Namun namanya penyakit kejiwaan, datangnya tak menentu.

“Namanya fluktuasi begini. Kadang tiba-tiba datang jika punya halusinasi,” tuturnya.

Sementara itu, anggota KPU Kota Kendari La Ndolili mengaku, keenam pemilih pasien rumah sakit jiwa ini masuk dalam DPTb.

Namun, untuk bisa menyalurkan hak pilihnya, harus memiliki surat keterangan dari dokter.

“Pada dasarnya warga boleh memilih selagi dia mampu. Kecuali, ada batasan bahwa ada surat keterangan bahwa yang bersangkutan tidak bisa memilih. Kalau mau keluar kan harus ada izin dokter,” tuturnya.

Ia menyebut, dokter rumah sakit jiwa memiliki kewenangan merekomendasikan pasiennya untuk bisa menyalurkan hak pilihnya atau tidak.

“Tentu dengan mempertimbangkan kondisinya,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...