Peringati Hardiknas, Anggota Polri Pegiat Literasi Baca di Buton Diberi Penghargaan

207
Asisten I Setda Buton Rahman Ana saat menyerahkan penghargaan kepada Brigadir Aryanto usai upacara peringatan Hardiknas di Eks Kantor Bupati Buton, Kamis 2 Mei 2019.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pegiat literasi baca dengan mendirikan perpustakaan keliling di Kabupaten Buton, Brigadir Aryanto mendapat penghargaan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di lapangan eks Kantor Bupati Buton, Kamis 2 Mei 2019.

Brigadir Aryanto selama ini fokus menjalankan perpustakaan keliling di Kabupaten Buton. Upaya yang dilakukan itu untuk mengurangi angka buta aksara.

- Advertisement -

Sehari-hari, Brigadir Aryanto bertugas sebagai anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Holimombo dan Kelurahan Takimpo Polsek Pasarwajo. Dia diberi penghargaan atas terobosan kreatif dibidang literasi dengan melaksanakan kegiatan motor pustaka guna meningkatkan minat baca dan pengetahuan bagi anak-anak usia sekolah di wilayah Kabupaten Buton.

Peringatan Hardiknas kali ini dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah (Otoda) yang dipimpin Asisten I Setda Buton Laode Rahman Ana.

Dalam sambutannya, Rahman Ana menjelaskan, peringatan Hardiknas diambil dari tanggal kelahiran Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara.

Menurut Rahman, proses belajar pada hakekatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju kedewasaan, dalam hal ini dewasa dalam berdemokrasi perlu terbentuk warga negara yang demokratis sebagai tujuan pendidikan.

Dalam konsep kontestasi demokrasi, lanjut dia, selalu meninggalkan jejak yang bisa menimbulkan kerusakan dan perpecahan. Dalam momentum seperti ini tanggung jawab nasional dipertaruhkan untuk selalu menjaga aset bangsa yang tak ternilai harganya, yaitu semangat kerukunan persaudaraan dan persatuan.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberi perhatian khusus, untuk mengirimkan di wilayah terluar terdepan dan Tertinggal. Kemendikbud memberi perhatian khusus pada pendidikan anak-anak Indonesia yang berada diluar batas negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabang dan Serawak negara bagian Malaysia,” jelasnya.

Kata Rahman, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser. Dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga :  Antisipasi Peredaran PCC, SMAN 1 Pasarwajo Lakukan Sweeping

“Kekuatan sektor Pendidikan dan Kebudayaan menemukan urgensinya. Karena itu tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan, yang mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumber daya manusia (SDM), yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan dalam perspektif,” jelasnya.

Dia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

“Dalam pendidikan karakter dimaksudkan, untuk membentuk insan berakhlak mulia, sopan santun, tanggung jawab, keterampilan dan kecakapan, di sertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan untuk membutuhkan profesional kerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia di tingkat pusat dan tingkat daerah,” tutupnya.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here