Sulkarnain Disebut Melakukan Monopoli Politik di Pemerintah Kota Kendari

634
Wali kota Kendari Sulkarnain saat menerima massa aksi yang menuntut percepatan pemilihan Wakil Wali Kota Kendari

Kendari, Inilahsultra.com – Massa aksi yang tergabung dalam Forum Rakyat Peduli Demokrasi (FRPD) Kota Kendari menyebut Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir melakukan monopoli politik.

Jenderal Lapangan Alfian Pradana Liambo menyebut, mencuatnya wacana ada permainan monopoli politik yang dilakukan oleh Wali Kota Kendari itu terlihat dalam pemilihan wakil wali kota.

Advertisements
- Advertisement -

“PKS belum memberikan keputusan sehingga ada wacana kesan memonopoli politik, karena tarik menarik persoalan ini tidak ada benang merah untuk menyelesaikan ini,” kata Alfian Prdana Liambo saat memberikan pernyataan di hadapan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir di ruang rapat Wali Kota, Jumat 3 Mei 2019.

Wali Kota Kendari, lanjut dia, harusnya sesegera mungkin untuk menyelesaikan persoalan Wakil Wali Kota Kendari agar ditindaklanjuti di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari.

“Kami bicara seperti ini karena ada dasarnya, bahwa rekomendasi pengusulan partai koalisi sudah ada di meja pak wali kota,” jelasnya.

Terhadap tuduhan itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir membantah, melakukan monopoli dalam aktivitas pemerintahan di Kota Kendari.

“Apalagi saya dianggap memonopoli politik di Kota Kendari, mungkin kalian berbeda persepsi dengan saya. Saya bekerja di sini tidak seorang diri ada 3 staf ahli, ada 36 kepala dinas, 11 camat dan 65 lurah,” kata Sulkarnain Kadir di hadapan perwakilan massa aksi.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini menjelaskan, di lingkup Pemerintah Kota Kendari semua bekerja melakukan tugasnya sesuai dengan proporsi dan fungsi masing-masing.

“Tidak ada satu pun saya lakukan sendiri, semuanya saya minta pandangan, masukan dan pertimbangan dari berbagai pihak,” jelasnya.

Ketua DPD PKS Kota Kendari ini membenarkan sudah menerima dua nama usulan dari dua partai pengusung, yaitu Siska Karina Imran usulan dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Rahman Tawulo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca Juga :  Wali Kota Kendari Janji Tindak Perusahaan Peti Kemas di Jalan Madusila

Namun saat ini, sementara menunggu partai pengusung lain mengajukan nama calon wakil.

“Saya sampaikan saja di PKS belum prosesnya selesai masih menunggu rekomendasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS,” jelasnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...