Pembangunan Jalan Dua Jalur Ring Road Laworo Terancam Tak Terealisasi Tahun Ini

556
Jalan ring road Laworo yang sudah menghabiskan anggaran miliar rupiah. Sekarang, Pemkab Mubar mau membangun lagi dengan dana pinjaman.

Laworo, Inilahsultra.com – Pengaspalan dua jalur jalan Ring Road Laworo Kabupaten Muna Barat terancam tidak terealisasi tahun ini. Rencananya, hanya akan diaspal satu jalur.

Jalan ini memiliki panjang 26 kilometer yang memutar dari Tugu Sarung Desa Wuna Kecamatan Barangka sampai dengan Tugu Padi Kambara Kecamatan Tiworo Kepulauan (Tikep).

- Advertisement -

Kepala Dinas PUPR Kab Mubar, Karimin mengatakan, jalan ring road dua jalur sepanjang 26 km, kemungkinan tidak semua diaspal tahun ini.

Kepastian diaspal atau tidak, kata Karimin, masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari beberapa item pekerjaan tahun 2018 yang sudah diselesaikan.

Karimin menyebut, beberapa item pekerjaan yang diperiksa oleh BPK di Jalan Ring Road Laworo adalah pemeriksaan pekerjaan perbaikan elevasi tahun 2018 ditambah dengan penimbunan dan talud.

“Ruas jalan dua jalur Ring Road Laoworo tidak akan diaspal semuanya. Nanti keluar hasil auditnya BPK baru kita akan lakukan pengerjaan pengaspalan,” kata Karimin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 8 Mei 2019.

Kata dia, pemeriksaan BPK baru dimulai Rabu 8 Mei 2019 hingga 30 Mei 2019.

“Itu pun tergantung kemajuan mereka dalam melakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan ini, BPK akan melakukan pengukuran kembali untuk menguji kesesuaian pekerjaan dengan kontrak. Misal, volume dan kualitas pekerjaan.

“Kalau tidak ada masalah kita akan lanjutkan pengaspalan dan kalau ada masalah kita akan benahi dulu apa yang menjadi masalahnya. Kan biasanya masalahnya adalah rekomendasi BPK seperti apa misalnya. Nah, setelah kita lakukan pembenahan kita akan lanjutkan pekerjaan,” katanya.

Dengan kondisi ini, kemungkinan besar jalan ring road hanya diaspal untuk satu jalur. Sebab, Pemkab Mubar mengalami keterbatasan anggaran untuk membiayai pengaspalan dua jalur.

Baca Juga :  Agar Bantuan Tepat Sasaran, Dinsos Wakatobi Verifikasi BDT

Untuk mengharapakan dana pinjaman Rp 200 miliar, kata Karimin, sangat sulit karena belum jelas diperuntukan pengaspalan jalan.

“Kita tunggu saja hasil audit BPK. Kemungkinan besar yang akan diaspal tahun ini satu jalur saja. Anggaran kita ambilkan di DAK dan DAU. Kalau kita kira perkirakan anggarannya 80 miliar,” jelasnya.

Soal dana pinjaman, sampai saat ini, belum ada kepastian dari Kementeian Keuangan.

“Kita tidak bilangkan gagal. Tapi Kalau kita harapkan dengan pemintaan kita kayaknya kecil. Kalau toh dilayani tidak seperti yang aampai seperti 200 miliar yang disetujui oleh DPRD,” katanya.

Bila dihitung, kebutuhan anggaran jalan untuk dua jalur sepanjang 26 kilometer, diperkirakan membutuhkan Rp 185 miliar.

Penulis : Muh Nur Alim

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here