PSU Warnai Pemilihan BPD di Mubar

1290
Proses pemilihan BPD di salah satu desa di Muna Barat

Laworo, Inilahsultra.com – Pemilihan badan permusyawaratan desa (BPD) di Kabupaten Muna Barat diwarnai pemungutan suara ulang (PSU). Padahal, sebelumnya proses pemilihan sudah dilaksanakan.

Pemilihan ulang ini dikarenakan ada ketidakpahaman antara panitia pelaksana pemilihan BPD dengan beberapa calon BPD terkait aturan UU yang ditetapkan masih tidak sesuai prosedur.

- Advertisement -

Misal, di Desa Sangia Tiworo, Kecamatan Tiworo Selatan, belum juga dilaksanakan pemilihan BPD.

Sehingga beberapa warga meminta agar dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mubar untuk mendampingi setiap pemilihan BPD.

Jhuma, warga Desa Sangia mengaku, pemilihan BPD di desanya masih belum terlaksana karena adanya perbedaan pemahaman antara panitia dengan beberapa yang mencalonkan diri sebagai BPD.

“Makanya di tiap desa panitia butuh pendampingan dari dinas terkait. Contoh kasus Marobea pemilihan ulang karena kesalahan proses,” kata Jhuma saat dihubungi, Sabtu 11 Mei 2019.

Menurutnya, dalam pemilihan BPD di tiap desa harus ada dari dinas terkait yang mendampingi. Karena banyak kasus yang terjadi sehingga proses yang terjadi kadang tidak sesuai dengan aturan.

“Intinya panitia pemilihan BPD tiap desa butuh pendampingan dari dinas terkait, biar tidk ada kasus pemilihan ulang karna kesalahan penafsiran aturan. Seperti pemilihan ulang yang terjadi juga di Desa Lawada Jaya,” jelasnya.

Ia menilai, pemilihan ulang tidak terlepas dari kelalaian DPMD. Padahal mereka memiliki kewajiban untuk mendampingi agar dipastikan proses pemilihan berjalan sesuai aturan.

“Saya anggap BPMD lalai. Ini masalah kecil, tapi jadiil polemik dalam masyarakat,” tegas Jhuma.

Sementara itu, Sekertaris DPMD Mubar, Bahrun mengatakan, terkait pemilihan BPD, ia meminta setiap kepala desa atau panitia pemilihan BPD agar melapor ke pihaknya.

Ia mengaku, tidak tahu menahu masalah yang terjadi selama pemilihan BPD ini.

“Sampai hari ini juga belum ada penyampaian dari panitia pelaksana atau pun kepala desanya di kantor ini,” ungkapnya.

“Kalau bisa dari unsur panitia ke kantor agar diberikan penjelasan. Nanti juga kita akan arahkan kabidnya untuk lakukan pendanpingan langsung,” pungkasnya.

Penulis : Muh Nur Alim

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
loading...