Sulkarnain Diminta Tak Usulkan Calon Wakil Wali Kota dari Keluarga Koruptor

71
sumber (foto) : wartakota

Kendari, Inilahsultra.com – Beberapa hari ini, ratusan massa yang mengatasnamakan Forum Rakyat Peduli Demokrasi (FRPD) melakukan demonstrasi dengan mendesak Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir untuk segera merekomendasikan dua nama calon wali kota usulan dari partai koalisi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari untuk dilakukan pemilihan.

Setidaknya, ada dua nama yang diusulkan oleh partai koalisi, Siska Karina Imran dari PAN dan Rahman Tawulo berbendera PKB.

- Advertisement -

Siska Karina menjadi tokoh utama yang selalu dielu-elukan oleh FRPD. Alasannya, Sulkarnain dari PKS sudah menjabat Wali Kota Kendari. Otomatis, jabatan wakil haeusnya diberikan ke PAN.

Namun belakangan, aspirasi FRPD ini mendapat penentangan dari Forum Penyelamat Keuangan Daerah (FKD) Kota Kendari. Lembaga ini meminta Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir untuk tidak mengusulkan calon wakil wali kota yang menjadi bagian dari keluarga terlibat perkara terpidana korupsi.

“Kami meminta wali kota untuk secara tegas menolak dan tidak mengusulkan calon wakil wali kota yang menjadi bagian keluarga tersangkut kasus korupsi, baik itu kerabat dekat, sanak keluarga, suami atau istri yang terlibat kasus korupsi,” kata Ketua Forum Penyelamat Keuangan Daerah (FKD) Kota Kendari La Ode Gafar Abdullah melalui peryataan sikapnya, Selasa 14 Mei 2019.

Menurutnya, dengan tidak adanya klan koruptor di kekuasaan Sulkarnain bisa terwujud pemerintahan yang good and celan goverment.

Senada dengan Ketua Barometer Sultra Hermawan. Ia mendukung pernyataan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir yang menunda pengusulan calo wakil wali kota, karena mengingat pemilu serentak yang sampai saat ini belum usai dan ditambah lagi umat Islam sedang menjalani ibadah puasa.

“Kami meminta wali kota kiranya usulan nama calon wakil untuk dilakukan peninjauan kembali, supaya tidak mengusulkan orang yang tidak memiliki pengalaman dalam bidang pemerintahan,” kata Ketua Barometer Sultra Hermawan melalui pers rilisnya.

Baca Juga :  Sempat Mati Suri 15 Tahun, Karang Taruna Kota Kendari Kembali Aktif

Lanjut Hermawan, adanya desakan dari pihak tertentu yang memaksakan salah satu calon untuk diusul sebagai wakil wali kota harus dipertimbangkan sesuai kemampuan dalam mengelola pemerintahan.

“Pengamatan kami salah satu calon tidak memiliki pengalaman di bidang kepemimpinan dan pemerintahan yang memadai, juga merupakan kroni keluarga yang telah divonis karena terbukti melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang akan merusak citra Pemerintahan Kota Kendari ke depannya,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here