Prabowo Sudah Empat Kali Gagal Merebut Kursi Presiden RI

250
Prabowo Subianto. (Foto Antara)

Jakarta, Inilahsultra.com – Upaya Prabowo Subianto merebut kursi Presiden Republik Indonesia terus mengalami kegagalan.

Tentunya, hal ini kontras dengan capaian mertuanya, almarhum Soeharto yang mampu memimpin Indonesia selama 32 tahun hingga menyatakan berhenti.

- Advertisement -

Berdasarkan catatan, Tribunnews.com, Pilpres 2019 menjadi kontestasi keempat diikuti mantan Danjen Kopassus itu.

  1. Konvensi Capres dari Partai Golkar pada tahun 2004

Pada tahun 2004, Partai Golkar menggelar konvensi Capres RI untuk diusung.

Konvensi tersebut berlangsung di Jakarta Convention Centre, Jakarta Pusat, April 2004.

Guna menentukan siapa Capres akan diusung, digelar pemilihan yang diikuti 5 calon, yakni Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, Prabowo Subianto, Surya Paloh, dan Wiranto.

Pemilihan calon digelar selama 2 putaran, pada putaran Akbar Tanjung memperoleh 147 suara, Wiranto 137 suara, Aburizal Bakrie 118 suara, Surya Paloh 77 suara, dan Prabowo Subianto 39 suara.

Lalu digelar putaran kedua yang hanya diikuti 2 calon peraih suara terbanyak pada putaran pertama. Hasilnya, Wiranto meraih 315 suara, sedangkan Akbar Tandjung hanya 227 suara.

Wiranto pun diusung Partai Golkar sebagai Capres RI pada Pilpres 2004 berpasangan Salahuddin Wahid, namun kalah.

  1. Pilpres tahun 2009

Jelang Pemilu tahun 2009, Prabowo Subianto mendirikan Partai Gerindra.

Partai Gerindra kemudian berkoalisi dengan PDI Perjuangan mengusung Capres dan Cawapres, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Hasil pemungutan suara menunjukkan, pasangan SBY – Boediono menang melalui perolehan suara 73.874.562 atau 60,80 persen.

Di urutan kedua, pasangan Megawati Soekarnoputri – Prabowo Subianto yang hanya meraih 32.548.105 atau 26,79 persen.

Di urutan ketiga, pasangan Jusuf Kalla – Wiranto yang hanya meraih 15.081.814 atau 12,41 persen.

  1. Pilpres tahun 2014

Dua kali gagal sebelumnya tak membuat Prabowo Subianto absen dari pertarung merebut kursi “RI 1”.

Baca Juga :  Komunitas Gojek Kendari-Makassar Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Konawe

Pada Pilpres tahun 2014 dia naik kelas menjadi Capres berpasangan Hatta Rajasa melawan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa hanya meraih 62.576.444 atau 46,85 persen.

Pasangan nomor urut 01 ini diusung Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, PBB, dan didukung Partai Demokrat.

Pasangan pemenang, nomor urut 02, Jokowi dan Jusuf Kalla meraih 70.997.833 atau 53,15 persen.

Jokowi – JK diusung PDIP, PKB, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan didukung PKPI.

  1. Pilpres tahun 2019

Prabowo Subianto kembali head to head dengan Jokowi. KPU baru saja mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019.

Jumlah perolehan suara Jokowi – Maruf Amin mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen. Sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen.

Suara Jokowi naik dibanding pada Pilpres 2014, sedangkan suara Prabowo Subianto turun.

Empat kali kalah dalam pertarungan, akankah Prabowo kembali bertarung untuk kali kelima pada Pilpres tahun 2024?

Sumber : Tribunnews.com
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here