Menguji Soliditas Koalisi ‘Dokpil’ Muna, Antara Lanjut dan Isu Bubar

644
Pertemuan LM Baharuddin dan La Pili dalam momen Pilcaleg 2019 lalu. (Istimewa)

Oleh : Maul Gani

Apa yang menarik dinantikan dari Pemilihan Kepala Daerah Muna? Selain suhu perpolitikan daerah ini cukup tinggi, hal lainnya, duet ulang Rusman Emba melawan dr LM Baharuddin. Kedua kompetitor ini berjibaku dalam waktu yang sangat lama dan melelahkan di 2015 lalu, saling memimpin angka yang sangat tipis yang berakhir kemenangan tipis pasangan Rusman Emba – Malik Ditu dan terpaut 33 suara dari Dokter (sapaan LM Baharuddin) – H La Pili.

- Advertisement -

Menariknya angka 33 merupakan angka kemenangan Dokpil dalam pertarungan sebelumnya. Melewati dua kali Pemungutan suara ulang, sempat unggul 1 suara pada PSU jilid I dan di tutup kemenangan sah 33 suara untuk Rusman Malik yang disahkan melalui Mahkamah Konstitusi.

2019, nampaknya aroma ‘tanding ulang’ Rusman-Dokter nampaknya mulai mengemuka. Posisi Rusman Emba sebagai sebagai penguasa di wite barakati dipastikan akan kembali ke arena pertarungan, demikian dr LM Baharuddin yang mulai pasang kuda-kuda, membidik kembali kursi yang dirampas paksa 2015 lalu.

                       

Rusman dipastikan tidak akan didampingi A Malik Ditu sebagai wakil, mengingat sang pendamping telah dua kali menduduki posisi Wakli Bupati, menariknya politisi demokrat ini, pernah mendampingi kedua kompetitor ini, dr Baharuddin di periode 2010-2015 dan mendamping Rusman Emba di periode 2015-2020.

Dokpil masih solidkah?

Baik dr LM Baharudin maupun H La Pili sama sama baru saja, melewati pemilihan Calon legislatif 2019 ini. Dokter membidik kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Sultra, mentara H La Pili mencoba keberuntungan di kursi DPR RI melalui partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Keduanya sama-sama menuai kegagalan. Kendati demikian keduanya meraih suara signifikan di Kabupaten Muna, menunjukkan keduanya masih memiliki pendukung yang cukup solid.

Baca Juga :  Bahaya Politik Uang dan Politisasi Sara Bagi Masyarakat

Selama masa kampanye, keduanya terus menunjukkan kemesraan, di beberapa momentum. Keduanya selalu bersama, H La Pili tanpa canggung memperkenalkan dr Baharuddin sebagai calon yang layak untuk dipilih sebagai Anggota DPD RI, demikian sebaliknya.

Uniknya, para pendukung kedua pembidik kursi senayan ini, kerap memasang alat peraga kampanye dan menyandingkan kedua politisi ini.

Isyarat Pecah Kongsi

Jelang 2020, banyak yang masih berharap kedua tokoh ini kembali berpasangan, bahkan slogan ‘Dokpil jilid II’ terus digaungkan para pendukung, baik di media sosial hingga diskusi warung kopi.

Namun itu tidak lantas menjadi jaminan, keduanya bakal terus bersama. Sikap politik keduanya mulai ‘dingin’. Keduanya terlihat jalan sendiri.

Sikap politik dr Baharuddin yang akan tanding ulang bersama Rusman Emba, tidak melibatkan H La Pili mengisyaratkan pecah kongsi diantara keduanya. Sebaliknya H La Pili memilih memulai konsolidasi relawan sebagai salah satu sikap politik menuju 2020.

Di kalangan pendukung juga demikian, dalam penentuan calon pendamping dokter, tidak lagi memasukan nama H La Pili.

Sikap La Pili juga demikian, beberapa kali ditanyai soal hubungannya dengan dokter, Mantan Wakil DPRD Provinsi ini, tampak lebih banyak menghindar, bahkan dirinya tidak menampik jika dirinya tengah dibidik Calon di luar dr Baharuddin, tidak hanya itu politisi PKS ini menyebut tidak menutup kemungkinan dirinya juga mengincar posisi 01 Muna.

Saat ini, beberapa nama yang masuk dalam bursa Cakada Muna mulai bermunculan, selain LM Rusman Emba dan dr LM Baharuddin, LM Rajiun Tumada (Bupati Mubar), Syarifuddin Udu (Mantan pj Gubernur Jawa Tengah) juga mulai melakukan sosialisasi.

Maul Gani adalah salah satu pegiat literasi di Sultra.

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...
     
Baca Juga :  Kota Laworo dan Ring Road : Upaya Menyambut Perkembangan Wilayah di Masa Akan Datang