Cerita Bayi Jetliner, Lahir di atas Kapal Usai Digoyang Ombak

797
 

Kendari, Inilahsultra.com – Perjuangan seorang ibu asal Kabupaten Wakatobi, melahirkan bayinya dengan selamat membuat haru penumpang Kapal Laut Jetliner Rute Pulau Wangi-wangi Wakatobi menuju Kota Kendari, Kamis (30/5/2019).

Awalnya, Aswati (30) penumpang dengan usia kandungan 9 bulan hendak melahirkan dengan operasi bedah sesar pada salah satu rumah sakit bersalin di ibu kota provinsi.

Karena di kampung kurang fasilitas, dia bersama suaminya Rusmadi (32) nekat menumpangi kapal menuju Kota Kendari pada Rabu pagi. Padahal, dengan jarak sekitar 378 kilometer dan hampir 24 jam perjalanan, risiko yang dihadapi tak sedikit.

Aswati (30) awalnya dirujuk perawat puskesmas karena posisi bayi yang sungsang. Bayi yang dikandungnya kepala di atas dan bokong janin berada di mulut rahim.

“Puskesmas tak punya alat, jadi pasien dirujuk ke Kendari untuk operasi di rumah sakit Aliyah, salah satu rumah sakit terbaik,” ujar Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari, Benyamin Ginting.

Benyamin Ginting mengungkapkan, Aswati bersama suaminya Rusmadi (32) menumpangi Kapal Laut Jetliner menuju Kota Kendari sejak Kamis (30/5/2019) sekitar pukul 07.00 Wita pagi.

Di tengah laut, Ginting menambahkan, berjarak sekitar 50 kilometer dari rumah sakit Aswati ternyata sudah mengalami mulas. Hanya sekitar setengah jam setelah itu, Aswati yang juga bidan puskesmas ini langsung masuk ruang klinik dan melahirkan bayinya.

Petugas kesehatan kapal yang dikonfirmasi di Pelabuhan Nusantara Kendar langsung menangani pasien saat itu juga. Berbekal peralatan seadanya, pasien langsung diisolasi dalam ruang rawat kapal.

“Awalnya, suaminya tanya sama kami adakah fasilitas klinik di sini, kami bilang ada. Langsung masuk di ruang perawatan dan kami tangani,” ujar kepala perawat kapal Jetliner, Rama Mahendra.

Rama menambahkan, saat Aswati hendak melahirkan, kapal sementara melewati perairan Pulau Cempedak. Daerah dengan ombak laut yang terkenal memiliki gelombang tinggi.

“Itu mungkin salah satu penyebabnya. Tapi, memang karena sudah jadwalnya melahirkan hari ini,” kata Rama.

Dia mengungkapkan momen dramatis saat Aswati melahirkan anak keduanya. Saat itu, Aswati mulai mulas saat ombak mulai menggoyang kapal.

Ketika petugas kesehatan kapal memeriksa pasien, tekanan darahnya bertambah tinggi. Petugas tak terlalu khawatir karena Aswati juga seorang bidan puskesmas.

“Alhamdulillah, saat lahir posisi kepala sudah normal saat lahir,” kata Rama.

Jetliner, Pelengkap Nama Bayi

Saat proses persalinan, kapten kapal Jetliner ternyata berada di depan kamar bersalin mengawasi perkembangan Aswati. Sempat menahan rasa penasaran soal kondisi pasien, Kapten Kapal Jetliner langsung terlihat sumringah begitu mengetahui Aswati dan bayinya selamat.

Kapten pun langsung memberikan bayi Aswati nama Ramadan Noor Jetliner. Nama Noor, mengambil potongan nama Kapten Kapal. Nama tengahnya, mengambil nama bulan saat bayi lahir. Sedangkan, nama belakang Jetliner, sesuai dengan nama kapal tempat bayi itu dilahirkan.

“Mudah-mudahan namanya bisa berkah, anak ini jadi anak berguna di masa yang akan datang,” ujar Rusmadi, ayah Ramadan Nur Jetliner.

Pihak kapal pun memberikan kesempatan gratis yang tak dimiliki semua orang. Jika besar nanti, Nur Jetliner akan diberikan tiket dan pelayanan gratis jika hendak menumpangi kapal Jetliner saat bepergian.

“Itu hadiah dari pihak kapal, mudah-mudahan bisa membantu,” ujar pihak kapal Rama Mayendra.

Setelah kapal Jetliner merapat ke pelabuhan Kendari, Petugas Basarnas Kendari yang sudah bersiaga di dermaga langsung mengambil alih pasien. Dengan ditandu, pasien dibawa ke rumah sakit rujukan puskesmas.

“Sudah dibawa ke Puskesmas, anggota kami yang tangani dibantu KSOP, Petugas Kesehatan Kendari dan potensi SAR lainnya,” ujar Humas SAR Kendari, Wahyudi.

Penulis : Akbar
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...