Duduk Soal Ribut Warga dengan Dua Oknum Honorer di Kantor Kesbangpol Mubar

554
Kepala Dinas Kesbangpol Mubar La Ode Andi Muna.

Laworo, Inilahsultra.com – Dua Orang diduga pegawai honerer di salah satu instansi Pemkab Muna Barat nyaris ribut dengan warga, Rabu 29 Mei 2019.

Peristiwa ini terjadi di Desa Ondoke Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Mubar sekira pukul 20.00 WITa.

- Advertisement -

Kedua oknum honorer itu diduga mabuk dan membawa reng serta mengancam warga.

Wenas sebagai tokoh pemuda di daerah itu, hampir menjadi korban aksi premanisme itu.

Ia mengaku, kejadian tersebut sangat cepat. Di saat masyarakat lagi berbuka puasa tiba-tiba terdengar teriakan dari oknum tersebut.

“Dan mengatakan “siapa yang jago di sini. Keluar. Mereka sambil memegang reng dan memukulnya di aspal,” kata Wenas.

Prilaku mereka itu membuat masyarakat resah. Sebab, selama ini tak ada masalah dengan kedua oknum pemabuk itu.

Untungnya, kata dia, masyarakat masih sabar. Tidak melakukan tindakan perlawanan dengan mengamuk kedua oknum itu.

“Untuk itu, masyarakat Desa Ondoke meminta bupati dan kepala Kesbangpol Mubar untuk memecat 2 oknum pegawai honorer tersebut yang mabuk-mabukan pada saat bulan suci Ramadan,” tuturnya.

“Apabila tuntutan warga tidak dipenuhi, pemuda dan masyarakat Desa Ondoke akan menduduki dan melakukan penyegelan pada kantor Kesbangpol Mubar yang menggunakan gedung Desa Ondoke,” ancamnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mubar La Ode Andi Muna mengaku, peristiwa itu terjadi sekira pukul 20.00 WITa, Rabu 29 Mei 2019.

“Tidak begitu. Bukan meresahkan. Justru kantor saya yang dilempar,” kata Andi Muna Saat ditemui di pelataran kantor Bupati Mubar, Jumat 31 Mei 2019.

Ia membantah itu kalau dua oknum honorer itu telah meresahkan warga sekitar. Ia mengaku saat kejadian kedua bawahannya itu hanya keluar di luar mencari siapa pelaku dari pengrusakan kaca kantornya.

Baca Juga :  DAK 2019, Pemkab Mubar Usul Rp 1,8 Triliun

Kejadian yang dilakukan kedua oknum honorer itu, kata Andi Muna, di luar pengetahuanya. Menurutnya ini hanya dibesarkan-besarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Hanya mencari pelaku pengrusakan kantor. Mereka bertanya, siapa sebenarnya ini. Kalau laki-laki keluar. Kalau jago jangan lempar kantor. Keluar ko. Begitu saja. Bukan meresahkan masyarakat,” kata Andi Muna menirukan gaya bahasa oknum honorernya.

Menurutnya ini hanya dipolitisir sehingga ingin dibesar-besarkan.

“Jadi kejadianya itu berbeda. Itu kantor dilempar sesudah buka puasa. Ini juga (dua oknum honorer saat berhadapan dengan warga) sesudah buka puasa. Tapi di waktu yang berbeda,” jelasnya.

Atas pengrusakan fasilitas kantor itu, pihaknya juga sudah menyampaikan ke kepolisian dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Ia juga akan mengadakan rapat bersama tokoh masyarakat dan kepala desa.

Namun, berdasarkan undangan itu, kata dia, telah menerima dua undangan yang mengatasnamakan kepala desa. Menurutnya ada yang mencoba bermain dengan dirinya. Dari dua undangan yang diterima itu ada masyarakat yang sengaja mempelintir.

“Ini mereka ini cari-cari masalah. Karena pak desa itu yang kaitanya dengan kantor saya dilempar sudah mengundang untuk pertemuan besok. Ternyata undangan itu dipelintir, undangan yang dibagi itu lain. Dipelintir menjadi dua undangan dan kepala desa yang tanda tangan,” katanya.

Ia menduga, ada kesengajaan yang ingin menjatuhkan dirinya. Sehingga hal itu ia menggap telah dipermainkan dan diprovokasi.

“Ini sebuah penghianatan. Bahaya ini. Jadi ini provokasi. kemungkinan besar akan masuk ke ranah hukum,” pungkasnya.

Penulis : Alim

Koreksi : Sebelumnya ditulis oknum honorer satpol pp. Seharusnya, oknum honorer di Dinas Kesbangpol Mubar. Mohon maaf atas kekeliruan informasi.

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here