Bersama Istri Orang di Kos-kosan Hingga Larut Malam, Akhirnya Diangkut Satpol PP Butur

5063
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Butur Hasanun saat mengambil keterangan dan memberikan penbinaan kepada sejumlah wanita yang terjaring dalam operasi, Sabtu 1 Juni 2019.

Buranga, Inilahsultra.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buton Utara (Butur) menggelar razia sejumlah kos-kosan yang diduga digunakan untuk tempat berbuat maksiat, Sabtu malam 1 Juni 2019.

Hasilnya, sepasang bukan suami istri dan dua wanita pekerja tempat hiburan malam (THM) diamankan.

- Advertisement -

Mereka diciduk di sebuah rumah kos dibilangan Jalan Minaminanga Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu.

Mereka terpaksa harus diamankan ke Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk dimintai keterangan dan diberi pembinaan.

Dari pengakuan dua wanita pekerja THM, mereka berada di Butur hanya singgah. Mereka awalnya dari Wanci Kabupaten Wakatobi dan kehabisan uang. Mereka berencana pulang ke Kendari.

“Kita masih tunggu uang kiriman dari Kendari Pak. Kita mau pulang satu dua hari ini Pak,” kata salah seorang wanita saat dimintai keterangan.

Sementara, sepasang bukan suami istri yang diamakan, sang pria berasal dari Kecamatan Kulisusu. Sedangkan sang wanita berasal dari Kecamatan Kambowa.

Mereka berada dalam kamar kos karena sang pria menemani wanita itu yang sakit.

“Saya temani dia Pak karena di suruh sama suaminya yang masih keluar,” kata pria yang diketahui tinggal di Kecamatan Kulisusu itu.

“Mana ada suami yang mau titip istrinya sama laki-laki lain dalam kamar sampai tengah malam begini,” timpal Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Hasanun.

Setelah dilakukan pendataan dan diberi pembinaan, mereka yang diamankan diperbolehkan pulang.

Hasanun mengungkapkan, razia yang dilakukan merupakan respon dari sejumlah laporan masyarakat yang resah atas maraknya tempat-tempat maksiat.

“Operasi ini berjalan selama bulan Ramadan. Diluar Ramadan juga kita akan jalan. Ini juga untuk mengamankan situasi,” kata Hasanun.

“Kita operasi karena ada laporan masyarakat. Dan ternyata memang ada benarnya,” tambahnya.

Menurut Hasanun, razia serupa akan dilaksanakan setelah Ramadan. Khawatirnya, setelah pencairan dana desa banyak kepala desa yang akan mengunjungi tempat hiburan malam.

“Setelah lebaran kita akan operasi lagi,” ujarnya.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...