Satu SSK Brimob Polda Sultra Diberangkatkan di Buton terkait Bentrok Antarwarga

423
Brimob Polda Sultra diberangkatkan menuju Kabupaten Buton dengan menggunakan Ekspres Cantika. (Foto: Onno/Inilasultra)

Kendari, Inilahsultra.com – Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brigade Mobile (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), diberangkatkan menuju ke Kabupaten Buton untuk membantu mengamanan terkait bentrok antar dua desa di Buton.

Personel Brimob dari Batalyon B di Kecamatan Batauga sudah diberangkatkan lebih dulu, Rabu 5 Juni 2019 malam. Ditambah Brimob Polda Sultra, Kamis 6 Juni 2019 pagi tadi dengan menggunakan kapal cepat Ekspres Cantika GT 291 5828/PPn.

- Advertisement -

Pemberangkatan anggota Brimobda Sultra dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan. Ia mengatakan, anggota Brimob dari Batalyon B di Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan (Busel) sudah digeser ke sana. Ditambah personil dari Brimobda Sultra sudah diberangkatkan menuju Kabupaten Buton.

Selain itu, satu SSD Sabhara Polda Sultra, tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) sertatim dari Direktorat Intelkam Polda Sultra ikut diberangkatkan.

“Personel Brimob Polda Sultra yang diberangkatkan ke Buton sebanyak satu SSK,” kata Harry Goldenhardt kepada Inilahsultra.com.

Harry melanjutkan, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra, Brigjen Pol Iriyanto bersama Pejabat Utama (PJU) sudah berada di Kabupaten Buton menggunakan speed Polair.

“Saat ini situasi di sana sudah kondusif,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun, keberangkatan anggota Brimob di Buton untuk mengamankan situasi di dua desa yang terlibat bertrok yakni Desa Gunung Jaya dan Desa Sapuabalo.

Bentrok terjadi berawal, Selasa 4 Juni 2019 pukul 20.00 WITa, puluhan pemuda Desa Sampuabalo konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan menggunakan kenalpot resing dan memainkan gas motor, sehingga membuat masyarakat Desa Gunung Jaya tak terima karena merasa terganggu.

Lalu, beberapa menit kemudian konvoi kembali di Desa Sampuabalo melewati Desa Gunung Jaya, ketika sampai di pertigaan Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya masa yang melakukan konvoi sambil berteriak. Sehingga masyarakat Desa Gunung Jaya tidak terima hingga terjadi keributan antara pemuda didua desa tersebut.

Baca Juga :  13 Siswa SMAN 1 Lasel Buton Diperiksa Terkait Kebakaran Sekolah

Penulis : Onno
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here