Gubernur Ali Mazi : Kita Orang Buton Tidak Mudah Dipecah Belah

901
Gubernur Ali Mazi menemui warga korban konflik di Buton.

Kendari, Inilahsultra.com – Kunjungan Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi bersama Pangdam XIV/ Hasanuddin Mayjen Surawahadi dan sejumlah Forkompinda Sultra di Kabupaten Buton memberi angin segar bagi dua warga yang yang terlibat rusuh saat lebaran lalu.

Ali Mazi menyatakan penanganan konflik terjadi di Buton tidak semata menjadi tanggung jawab Pemda Buton. Sebagai bentuk tanggap Pemprov Sultra, Gubernur dua periode itu menjamin rekonstruksi rumah warga yang terbakar akibat aksi pembakaran 5 Juni lalu.

- Advertisement -

Respon cepat Ali Mazi yang langsung menyambangi dua desa yang terlibat konflik panas mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Saat bersua langsung dengan warga, Ali Mazi pun tak lupa mengingatkan masyarakat Desa Gunung Jaya dan Desa Sampubalao filosofi leluhur masyarakat Buton yang tidak mudah terhasut dan terpecah belah akan konflik apapun.

Kata dia, masyarakat Buton dibesarkan dalam tatanan yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Politikus NasDem itu pun menghimbau agar masyarakat dua desa yang bertikai meneladani dan menjunjung tinggi tradisi tersebut.

“Kita orang Buton adalah orang yang saling menyayangi, bersatu, menjunjung tinggi leluhur kita dan tidak mudah dipecah belah,” ujar Ali Mazi.

Ali Mazi memberi wejangan warga Buton yang terlibat konflik

Sejalan dengan itu, Plt Kepala Dinas Kominfo Sultra, Saifullah mengatakan kehadiran orang nomor satu di Sultra tersebut sedikit memberi kesejukan dan perlahan membangun kembali keharmonisan warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampubalao yang tengah bersitegang.

Bagaimana tidak, Gubernur Ali Mazi didampingi Pangdam XIV Hasanuddin , dan Forkompinda Sultra sepakat bertanggung jawab dan menjamin pemulihan kembali dua desa tersebut. Sekaligus pula menjamin keamanan dan kenyamanan bagi dua warga desa setempat.

“Pak Gubernur menyatakan akan membangun pemukiman yg terbakar, memberikan bantuan tanggap darurat makanan dan minuman di penampungan pengungsi serta memerintahkan Pemda Buton agar mengirim tim medis dan mengupayakan berbagai hal bersifat urgen di desa tersebut,” urai Saifullah.

Baca Juga :  Rapat Bersama Bupati/Wali Kota se-Sultra, Ali Mazi Kirim Alfatihah untuk Almarhum Yakub Silondae

Terkait aksi kriminal pembakaran rumah warga, Ali Mazi menyatakan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada aparat hukum.

“Kita berikan kepercayaan dan serahkan masalah ini kepada penegak hukum sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku. Kita pastikan penegakan hukum yg adil dan transparan berdasarkan bukti bukti lapangan,” ujar Ali Mazi.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here