La Ode Ida : Konflik Antarkelompok di Buton Harus Diakhiri

136

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Ombudsman Republik Indonesia sekaligus tokoh Sultra La Ode Ida mengharapkan konflik antarkelompok di Buton Sulawesi Tenggara harus segera diakhiri.

“Tak boleh lagi terulang. Tak baik dampak dan citranya di mata publik negara ini. Mereka yang konflik itu masih dalam satu keluarga,” kata La Ode Ida dalam siaran persnya, Senin 10 Juni 2019.

- Advertisement -

Menurut La Ode Ida, tang harus dilakukan adalah melakukan pemulihan
secara sistematis melalui pendekatan budaya, sosial dan sekaligus fisik.

“Pertama, sudah benar langkah yang diambil oleh Gubernur Ali Mazi dengan menurunkan aparat keamanan. Ini harus dilanjutkan dengan membangun posko khusus aparat keamanan di antara kampung di kawasan itu,” katanya.

                       

Kedua, dalam memberikan bantuan real/nyata untuk kehidupan warga yang rumahnya terbakar dan sekarang ini ada di pengungsian, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) sendiri sekarang ini tengah berupaya menggalang dukungan bantuan sosial kemanusiaan untuk korban konflik horisontal di Buton.

Ketiga, membangun kembali pemukiman atau rumah-rumah warga yang terbakar.

“Diskresi gubernur yang meminta kontribusi setiap kepala daerah di Sultra untuk bangun fisik rumah-rumah itu adalah langkah tepat dan perlu disegerakan,” jelasnya.

Keempat, perlunya pendekatan sosial budaya untuk damai harmoni berkelanjutan. Menurutnya, hal ini memang tak mudah, tapi juga tak sulit karena warga yang berkonflik itu dalam basis keluarga atau identitas budaya yang sama.

Bangkitkan kembali semangat saling menyayangi sebagaimana filsafat Buton Muna. Pemda perlu menjadikan pendekatan ini sebagai program budaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyebut, salah satu cara menyatukan kembali kelompok yang bertikai adalah dalam membangun kembali rumah-rumah warga yang terbakar itu dengan secara langsung melibatkan warga dari kedua kelompok yang seteru.

Baca Juga :  DPRD Kota Kendari Soroti Mobil Tambang Gunakan Jalan Dalam Kota Kendari

“Tentu yg pegang kendali adalah aparat TNI atau bersama Polri dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Dan masih banyak lagi cara atau pendekatan yang bisa dilakukan. Saya yakin masyarakat Buton tetap pegang teguh atau hidup dengan pijakan nilai-nilai budaya harmoni dan saling menyayangi,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...