Aktivitas Tambang, Banjir Serta Gaya Pembela yang Tidak Pernah Ditinggalkan Ali Mazi

180
Julman Hijrah

Selama sepekan terakhir masyarakat di beberapa kecamatan yang ada di dua kabupaten yakni Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Konawe harus berurusan dengan banjir. Tidak sedikit kerugian yang mereka alami, segala aktivitas harus terhenti karena banjir yang melanda beberapa kecamatan dan desa tersebut.

- Advertisement -

Informasi terakhir ratusan rumah harus hanyut terseret arus banjir dan 4 ribuan masyarakat harus mengungsi akibat rumah mereka yang tidak bisa ditinggali saat ini.

Hanya uluran tangan dari kita semua yang mereka harapkan. Kini beberapa kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Renggara bahkan nasional sudah menjadi pusat perhatian. Salah satunya dari Kementerian Sosial RI telah menggolontorkan anggaran untuk bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana di 2 kabupaten tersebut.

Kini semua mata tertuju kepada para korban bencana dan daerah yang terkena bencana. Namun substansi utamanya perlu digaris bawahi karena sampai saat ini semua memikirkan penyelesaian masalah pada konteks pasca bencana, namun bagi saya masalah utamanya bukan pada tataran itu akan tetapi antisipasi terjadinya banjir.

Lalu kemudian saya sepakat dengan pendapat para pemerhati lingkungan bahwa salah satu penyumbang utama banjir adalah aktivitas tambang hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Lukman Abunawas yang harus benar benar diseriusi dan ditindak lanjuti. Dan saya sangat tidak sepakat dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi yang mempunyai pemikiran terbalik dengan para pemerhati lingkungan maupun wakil gubernur sendiri.

Sebab saya sangat memahami, mungkin saja Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi lagi sementara menjaga investasi di negeri ini walau bertentangan dengan nuraninya. Disatu sisi sikap dari Ali Mazi sendiri tidak mampu membedakan antara dia menjadi seorang Glgubernur dan sedang menjadi seorang Penasehat Hukum (Lawyer).

Baca Juga :  Muda Dalam Usia, Tua Dalam Ilmu

Maka kemudian untuk besok dan kedepannya sangat perlu dilakukan evaluasi kembali terhadap perusahan tambang yang sedang beraktivitas. Memang bukan solusi bijak atas permasaalahan banjir karena sekalipun dievaluasi tidak akan mengurangi terjadinya aktivitas banjir saat ini, tapi paling tidak dengan dilakukannya evaluasi tersebut dapat melahirkan rekomendasi :

Pertama, masih adanya perusahan tambang yang melakukan aktivitas meskipun tidak sesuai dengan izin yang ada.

Kedua, penanggulangan pasca banjir harus dibebankan kepada perusahaan tambang yang beraktivitas.

Ketiga, evaluasi izin lingkungan, ANDAL, AMDAL.

Keempat, dalam memberikan IUP pemerintah provinsi harus memastikan komitmen penanggulangan antisipasi dan pasca bencana.

Dengan dilakukannya hal tersebut maka prinsip pengelolaan lingkungan di Sulawesi Tenggara dapat memperoleh sifat balance disegala hal.

Julman Hijrah, SH

Pendiri Lembaga Pemerhati Infrastruktur  Daerah dan Anti Korupsi (LEPIDAK-Sultra)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here