Kota Laworo dan Ring Road : Upaya Menyambut Perkembangan Wilayah di Masa Akan Datang

138

Oleh : Surachman

Membahas Laworo sebagai Ibu Kota Kabupaten Muna Barat tak lepas dari peran dan fungsinya sebagai jantung pemerintahan.

- Advertisement -

Pada Kota Laworo akan dibangun Kawasan Bumi Praja Laworo sebagai pusat pemerintahan.

Posisi ini menjadikan Laworo demikian vital sehingga  memerlukan penataan fungsi ruang kota dan dukungan infrastruktur yang memadai baik akses jalan, air bersih, fasilitas persampahan maupun ketersediaan energi listrik yang cukup serta konektivitas dengan simpul moda transportasi baik laut maupun udara.

Sebagai sebagai konsekuensi logis dari sebuah kota maka Laworo dalam perkembangannya ke depan akan akan berhadapan dengan problem lingkungan,  perumahan dan pertumbuhan manusia serta kemampuan infrastruktur dalam memenuhi perkembangan kota dalam skala 10 sampai 15 tahun ke depan.

Ring road Kota Laworo yang membentang dari Wuna sampai dengan Tiworo memiliki panjang kurang lebih 27 km dan lebar daerah milik jalan berkisar 22 – 26 meter.

Saat ini ring road tersebut tengah ditingkatkan spesifikasi aspalnya  menjadi AC-BC dan fasilitas penerangan lampu jalan. Pembangunan jalan ring road ini juga terhubung dengan jaringan jalan nasional Lagadi Tondasi yang saat ini dalam tahap penanganan secara berkelanjutan.

Pertanyaan yang sering muncul bagi sebagian orang adalah seberapa penting jalur ring road ini bagi Laworo atau bagi Kabupaten Muna Barat terkhusus bagi Masyarakat Muna Barat.

Jawaban yang paling objektif adalah bahwa disadari atau pun tidak bahwa kota haruslah didesain dengan memforcast kebutuhan akan datang.

Perkembangan kota Laworo sebagai pusat pemerintahan akan menjadikan Laworo sebagai pusat aktivitas banyak orang dan akan menarik setiap orang untuk berkunjung ke kota ini.

Intensitas kunjungan yang demikian tinggi berpotensi menimbulkan berbagai masalah salah satunya masalah lalu lintas untuk masa yang akan datang.

Baca Juga :  Jaksa Cari Cara “Penjarakan” Camat Kambu dan 7 Saksi Lainnya

Jika saja tidak disiapkan sejak dini maka hampir dapat dipastikan akan menyulitkan dalam penanganannya. Apalagi jika kita harus menunggu Laworo terlihat macet dulu, ada crowded dimana-mana. Sehingga ketika itu terjadi sumber daya yang daerah miliki sudah tidak mampu untuk mengatasinya.

Seperti yang terjadi disebagain besar kota kota berkembang di Indonesia saat ini, masalah pelebaran jalan selalu sulit untuk diselesaikan dan memerlukan cost investasi yang demikian besar.

Namun laworo hari ini telah menatap jauh ke depan yang artinya bahwa secara ruang kota dan kondisi sosio kultural masyarakatnya sudah siap menyambut Kota Laworo yang maju,  modern dan sejahtera.

Adanya kesadaran masyarakat Laworo dalam ikut menyiapkan Kota Laworo yang berdaya saing terlihat dari partisipasi yang tinggi dalam memperluas daerah milik jalan khususnya disepanjang jalur ring road.

Kondisi ini haruslah diperkuat dan didorong agar masyarakat memiliki peran aktif dalam membangun daerahnya tentu tanpa menghilangkan daya kritis sebagai fungsi kontrol guna mencapai hasil yang maksimal.

Namun lebih dari itu tentu kita harus berbangga bahwa Muna Barat lah sebagai salah contoh kabupaten baru yang berhasil mendorong masyarakatnya untuk bersama sama membangun daerahnya.

Penulis adalah Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muna Barat

 

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here